Lomba Kampung Wisata, Penilaian Berbasis Budaya dan Kreativitas

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Dalam rangka HUT Kota Palembvang ke-133 pada 17 Juni 2026, akan digelar sejumlah kegiatan, termasuk lomba kampung wisata. Masing-masing kampung di kelurahan atau kecamatan, akan dinilai tim khusus.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, Rabu (6/5/2026) pagi memimpin rapat koordinasi persiapan HUT Kota Palembang tersebut.

Rapat yang digelar di Rapat Musi Bappeda Litbang ini fokus utama membahas lomba kampung wisata yang menjadi bagian rangkaian HUT kota tertua di Indonesia ini. Tampak hadir camat se Kota Palembang yang akan menjadi bagian peserta lomba tersebut.

Aparatu Sipil Negara (ASN) tertinggi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang ini menegaskan bahwa konsep kampung wisata yang akan dilombakan dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Palembang ke-1343 bukanlah sesuatu yang dibuat secara instan, melainkan kampung yang memang sudah ada dan memiliki potensi budaya serta kreativitas masyarakat.

Tulisan lainnya :   Ice Skating OPO Mal Favorit Permainan Anak dan Remaja

Aprizal menekankan bahwa lomba kampung wisata akan digelar berjenjang, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga kota, bahkan diikutsertakan dalam ajang desa wisata tingkat nasional.

“Saya minta para camat segera mempersiapkan kampung wisata di wilayah masing-masing. Kampung wisata ini adalah perpaduan antara kampung kreatif dan budaya, dengan penilaian berbasis nilai budaya serta kreativitas masyarakat,” ujarnya.

Untuk menjaga kualitas penilaian, juri akan dipilih dari kalangan akademisi, sejarawan, media, dan pakar yang berkompeten di bidangnya. Penilaian akan dimulai dari tingkat kecamatan sebelum masuk ke tingkat kota.

Tulisan lainnya :   Pelunasan BPIH Diperpanjang, 6.404 Jemaah Sumsel Sudah Lunasi

Selain aspek budaya dan kreativitas, Aprizal juga menekankan pentingnya keamanan, ketertiban, kebersihan, serta kesejukan lingkungan kampung.

“Kampung wisata tidak boleh dibuat dadakan. Harus kampung yang memang sudah ada, tinggal dilestarikan lagi dari segi kebudayaan, kreativitas, dan nilai jual kulinernya,” tegasnya.

Dengan persiapan yang matang, Pemerintah Kota Palembang berharap lomba kampung wisata dapat menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif masyarakat, serta memperkuat identitas Palembang sebagai kota berdaya, budaya, dan mendunia. (nda)

Editor: Edi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *