Ajakan Pemkab Muba untuk cegah DBD
Tiga pimpinan perusahaan ditahan Kejati Sumsel terkait kewajiban perpajakan, Selasa (30/4/2024). Foto: Sumselheadline/Ela.
Tiga pimpinan perusahaan ditahan Kejati Sumsel terkait kewajiban perpajakan, Selasa (30/4/2024). Foto: Sumselheadline/Ela.

Terkait Pajak, Tiga Pimpinan Perusahaan Ditahan Kejati Sumsel

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan (Kejati Sumsel) melakukan penahanan terhadap tiga pimpinan perusahaan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait pemenuhan kewajiban perpajakan selama pada tahun 2019-2021.

Ketiga tersangka tersebut di antaranya berinisial HY, Direktur PT Heva Petroleum Energi, NR (Direktur Utama PT Lematang Enim Energi), dan FF sebagai Direktur Utama PT Inti Dwitama.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari, SH, MH mengatakan telah dilaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti dalam perkara Tipikor Pemenuhan Kewajiban Perpajakan beberapa perusahaan pada tahun 2019-2021.

Dijelaskan Kasi Penkum, para tersangka ditahan selama 20 hari ke depan. Terhitung sejak 30 April 2024 sampai dengan 19 Mei 2024. “Untuk para tersangka ditahan di rumah tahanan [Rutan] Pakjo Kelas 1 Palembang,” ungkapnya dalam keterangan pers, Selasa (30/4/ 2024).

Tulisan lainnya :   Sadis, Begal di Palembang Bacok Pemotor Wanita

Selanjutnya, Vanny berujar, setelah dilaksanakan Tahap II, penanganan perkara beralih ke Penuntut Umum [Kejaksaan Negeri Palembang].

Kasi Penkum Kejati Sumsel mengurai singkat perkara, ketiga tersangka yang merupakan pimpinan korporasi tersebut memberi sesuatu kepada pegawai atau penyelenggara negara KPP Pratama Palembang Ilir Timur di antaranya, RFG, NWP dan RFH.

“Dengan maksud supaya pegawai atau penyelenggara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya,” jelasnya.

Adapun pasal yang disangkakan kepada para tersangka terdiri dari Pasal 2 Ayat (1) jo Pasal 18 UU 31/1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang perubahan atas UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Tulisan lainnya :   Diperas Juru Parkir 16 Ilir, IRT Lapor Polisi

Pasal 3 jo Pasal 18 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tilikor sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang perubahan atas UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Masih jelas Kasi Penkum, selanjutnya Jaksa Penuntut Umum [JPU] dari Kejaksaan Negeri Palembang akan mempersiapkan surat dakwaan dan kelengkapan berkas untuk pelimpahan perkara tersebut ke Pengadilan Negeri Palembang. [Ela]

Edtor: Ferly

Check Also

Petuga mengevakuasi jasad Yundi yang ditemukan tewas di kamar mandi kosannya, Jumat (12/7/2024). Foto: Sumselheadline/Ela.

Yundi Tewas Luka Tusu di Kamar Mandi

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Yundi Efran (27), warga Kalidoni, Palembang, tewas dibunuh dalam kamar mandi rumah kakaknya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *