Ajakan Pemkab Muba untuk cegah DBD
Tim kuasa hukum warga Banyuasin saat mendatngi Polda Sumsel, Jumat (22/3/2024). Foto: SUmselheadline/Ela.
Tim kuasa hukum warga Banyuasin saat mendatngi Polda Sumsel, Jumat (22/3/2024). Foto: SUmselheadline/Ela.

Terkait Lahan Warga, Bos PT AA Disidik Polda Sumsel

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Mabes Polri melimpahkan kasus sengketa lahan PT Andira Agro ke Ditreskrimum Polda Sumsel. Sebelumnya Direktur Utama PT Andira Agro Tbk berinisial FI dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri oleh warga Desa Sebubus dan warga Desa Air Kumbang Bakti, Banyuasin, melalui kuasa hukum warga desa yakni Ojak Situmeang SH, MH,CLA, CTLC dan Aldrin Situmeang SH.

Kepada wartawan, Ojak mengatakan kalau pihaknya mendatangi Polda Sumsel, Jumat (22/3/2024) sore, guna memenuhi panggilan dari penyidik Unit 1 Subdit 2 Ditreskrimum Polda Sumsel. “Tadi kita diminta keterangan terkait laporan kita, ada sebanyak 15 pertanyaan yang diajukan penyidik kepada kita,” ujarnya.

Dikatakan Ojak, PT Andira Agro patut diduga telah melakukan tindak pidana pemalsuan atau memberikan keterangan palsu. “Jujur saya merasa miris sekali dengan apa yang dilakukan PT Andira Agro terhadap warga desa, karena perusahan tersebut memperoleh hak-hak hak tersebut dengan cara yang tidak benar, memalsukan dokumen untuk membuat HGU dan sebagainya,” katanya.

Tulisan lainnya :   Pasutri Muda Mengaku Jualan Sabu Karena Hal Ini

Ojak menyebut, pihaknya akan terus berjuang untuk mengambil kembali tanah yang dirampas oleh PT Andira Agro.”Saya berpesan kepada warga desa Sebubus dan desa Air Kumbang, tidak perlu risau juga tidak perlu takut, karena kami akan terus berusaha, kami akan melawan kezhaliman yang dilakukan PT Andira Agro, dan tidak ada pihak selain kami dan pak Salman yang menjadi perwakilan warga desa untuk mengurus permasalahan ini,” imbuhnya.

Dalam permasalahan lahan warga desa, lanjut Ojak, pihaknya menemukan beberapa temuan baru yang merupakan kesalahan dari PT Andira Agro, salah satunya adalah surat PT Andira Agro tentang ganti rugi lahan atau tanah tumbuh kepada warga desa.

“Hal ini menunjukan, bahwa secara tidak langsung, PT Andira Agro mengakui kesalahan mereka dan ingin memberikan ganti rugi terhadap warga. Selain itu, kami juga mempertanyakan PBB dari PT Andira Agro, apakah mereka ada PBB nya atau idak, itu bisa membuktikan tentang kepemilikan lahan dan apakah HGU nya legal atau ilegal,” tegasnya.

Tulisan lainnya :   Awalnya Bisnis Esek-esek, Lalu Mengaku Polisi Peras Tamu Hotel

Sementara itu, Aldrin Situmeang menyebut, PT Andira Agro jangan pernah membodohi masyarakat, karena apa yang dilakukan perusahaan tersebut adalah bentuk kezhaliman.” Perusahan ini mengaku kalau lahan plasma, lahan inti dan sebagainya, sementara masyarakat sudah bekerja mati- matian, tapi tidak menerima hasil, kalau kami sebagai kuasa hukum warga, akan konsisten, kalau kita sebut berjuang ya berarti berjuang, meski kami tetap membuka ruang untuk PT Andira Agro apabila ingin ada yang dikomunikasikan, tetap yang pasti, hal itu untuk kepentingan masyarakat desa,” pungkasnya. (Ela)

Check Also

Petuga mengevakuasi jasad Yundi yang ditemukan tewas di kamar mandi kosannya, Jumat (12/7/2024). Foto: Sumselheadline/Ela.

Yundi Tewas Luka Tusu di Kamar Mandi

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Yundi Efran (27), warga Kalidoni, Palembang, tewas dibunuh dalam kamar mandi rumah kakaknya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *