Kasus Dugaan Penipuan Umrah, Polisi Buru Owner UWT

SUMSELHEADLINE.COM, LUBUKLINGGAU — Laporan ugaan penipuan yang melibatkan agen perjalanan umroh dan haji khusus UWT terus bergulir di Polres Lubuklinggau.

Hingga kini, penyidik dari Unit Pidana Khusus (Pidsus) masih berupaya menelusuri keberadaan pemilik travel tersebut, setelah dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan.

Owner UWT, YU bersama suaminya UJ sebelumnya telah dijadwalkan untuk memenuhi panggilan penyidik guna dimintai keterangan terkait laporan para calon jemaah umrah. Namun, keduanya tidak hadir tanpa memberikan alasan yang jelas.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Adhitia Bagus Arjunadi, melalui Kasat Reskrim AKP M Kurniawan, didampingi Kanit Pidsus Iptu M Dodi Rislan menyampaikan bahwa sudah dua kali pihaknya melakukan pemanggilan kepada YU dan UJ namun keduanya mangkir tanpa keterangan.

Saat ini pihaknya masih melakukan berbagai langkah untuk menemukan keberadaan yang bersangkutan. Upaya komunikasi terus dilakukan kepada sejumlah pihak yang diduga mengetahui keberadaan manajemen sekaligus owner travel tersebut.

“Sudah dua kali kita lakukan pemanggilan terhadap owner UWT, namun yang bersangkutan belum memenuhi panggilan. Saat ini kami masih melakukan komunikasi dengan berbagai pihak untuk mencari keberadaan mereka,” ujar Iptu Dodi, ketika dikonfirmasi Senin, 9 Maret 2026.

Tulisan lainnya :   Atalia Isyaratkan Mantap Berpisah

Disinggung soal dugaan owner UWT tidak hanya menipu calon jemaah umroh (CJU), namun juga menipu pihak rekanan yang investasi senilai Rp300 juta, Dodi menegaskan pihaknya belum menerima laporan.

“Kalau yang itu kita belum menerima laporannya,” tegas Dodi.

Pihaknya tetap berkomitmen menuntaskan kasus ini mengingat adanya laporan dari calon jemaah umroh yang merasa dirugikan. Namun soal investasi pihak lain ke UMMI Travel belum ada laporan.

Seperti diketahui kasus dugaan penipuan yang dilakukan pasutri YU dan UJ ini mencuat setelah adanya informasi calon jemaah umroh asal Desa Semeteh yang gagal berangkat diunggah ke media sosial (medsos) oleh warga setempat dengan akun Edhi Semeteh.

Dalam unggahannya Edhi Semeteh mengungkapkan bahwa A Rivai dan istrinya dijanjikan di berangkatkan dari Palembang langsung menuju Jedah. Namun kenyataannya sebanyak 20 calon jemaah umroh justru ditelantarkan di Jakarta.

Tiba di Jakarta karena tidak ada kejelasan, 12 dari 20 rombangan calon jemaah umroh tersebut akhirnya memilih berangkat melalui travel lain dengan menyetor biaya perjalanan umroh baru atu kedua kalinya. Sedangkan setoran pertama ke travel ummi satu sen pun tidak dikembalikan.

Tulisan lainnya :   Bayi Kembar Tiga Diberi Nama Ibunya yang Meninggal

Sementara 8 orang lainnya karena tidak ada uang yang cukup untuk ikut 12 calon jemaah lainnya memilih pulang setelah 15 hari terlantar di Jakarta.

Selain itu, sejumlah calon jemaah mengaku telah menyetorkan dana dengan nominal bervariasi untuk paket umroh. Namun hingga waktu yang dijanjikan, keberangkatan tidak terealisasi dan komunikasi dengan pihak travel disebut-sebut sulit dilakukan.

Selang beberapa hari kemudian, YU dan suaminya UJ resmi dilaporkan oleh para korban salah satunya, oleh Riza dan istri jemaah Umroh dari Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang akhirnya memilih berangkat melalui travel lain bersama 10 jemaah lainnya atau masuk ke kelompok 12 jemaah.

Riza resmi melapor ke Mapolres Lubuklinggau selang beberapa hari pulang umroh dari travel lain, tepatnya Selasa, 24 Februari 2026. (rya)

Editor: Ferly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *