Ajakan Pemkab Muba untuk cegah DBD
Sugeng, korban pembacokan di atas Jembatan Musi IV Palembang, Sabtu (24/6/2023). Foto : Sumselheadline/Ela
Sugeng, korban pembacokan di atas Jembatan Musi IV Palembang, Sabtu (24/6/2023). Foto : Sumselheadline/Ela

Pulang dari Tempat Teman, Sugeng Dibacok Puluhan Pemuda

SUMSELHEADLINE.COM  PALEMBANG — Sugeng (22) warga Pedatuan Darat Kelurahan 12 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang menjadi korban penyerangan puluhan orang dengan menggunakan senjata tajam.

Aksi penyerangan itu diketahui terjadi di Jembatan Musi IV, Palembang pada Kamis (22/6/2023) yang lalu, menurut Sugeng, awalnya bersama temannya Edo, hendak pulang dari rumah temannya di kawasan Boom Baru Palembang.

“Saya dan teman boncengan motor, lewat Tempat Kejadian Perkara. Tiba-tiba mereka dihadang dan dikejar oleh puluhan pelaku yang sudah menunggu di lokasi kejadian, diperkirakan pelakunya mencapai 30 orang,” ujarnya.

Sugeng menyebut saat itu para pelaku sedang nongkrong di pinggir jalan, dan langsung membacok sehingga mengenai kaki saya,” katanya.

Masih kata Sugeng, temannya yang mengendarai motor, tetap tancap gas. Nahas, dirinya terjatuh dari motor. Sementara Edo terus saja kabur meninggalkannya.

Tulisan lainnya :   Dipeloncoh dan Dilecehkan, Sejumlah Mahasiswa Datangi Mapolda

“Saya sudah berusaha lari, sambil menahan sakit. Namun pelaku masih mengejarnya sampai saya jatuh dan bangun, sampai tiga kali,” jelasnya.

Saat itulah, tambah Sugeng, pelaku kembali membacoknya. Kena paha kiri bagian belakang, luka robek. Sugeng tidak bisa lari lagi. Hanya berusaha melindungi kepalanya.

“Saya hanya bisa pasrah, sambil berteriak minta tolong. Setelah saya terkapar baru mereka kabur,” ungkap Sugeng.

Sugeng menyebut, setelah suasana agak hening, baru warga setempat keluar dari rumah, menolongnya dan membawa ke RS Muhammadiyah Palembang.

Karena luka bacoknya cukup besar, kemudian Sugeng, dirujuk ke RSUD Palembang Bari.

Sugeng menyebut, biaya operasinya mencapai Rp12 juta. Karena keluarganya tidak punya uang sebanyak itu, terpaksa memilih pulang.

Sebab waktu saya perlihatkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) katanya tidak mengover operasi ini. Padahal luka saya harus secepatnya dioperasi, kalau tidak akan semakin parah,” jelas Sugeng.

Tulisan lainnya :   Ayah Prada Jefri Sebut Anaknya Meninggal tak Wajar

Sementara ini Sugeng hanya bisa berdiam diri di rumah. Mengobati lukanya dengan obat-obat warung seadanya. Sugeng dan keluarganya, juga belum melapor ke polisi.

“Ingin melapor, tapi saya tidak kenal para pelaku. Mungkin setelah agak baikan, baru akan buat laporan,” kata Sugeng.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Haris Dinzah SIK MH saat dikonfirmasi mengatakan kalau pihaknya sudah mendapat informasi kejadian tersebut.

“Saya sudah mengerahkan Tim Opsnal dari Satreskrim, untuk menyelidikinya. Kendati korban belum membuat laporan polisi. Namun kami tetap harap korban buat laporan polisi secara resmi, meski dia tidak mengenal para pelakunya,” pungkasnya. (Ela)

Editor : Ferly

Check Also

Kasi Penkum Kejati Sumsel, Vanny, SH. Foto: Sumselheadline/Ela.

Kasus Internet Desa, Penyidik Periksa Istri Tersangka DPO

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Perkembangan penyidikan perkara dugaan korupsi kegiatan pembuatan dan pengelolaan jaringan atau instalasi komunikasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *