Ajakan Pemkab Muba untuk cegah DBD
Pj Gubernur Sumsel, Agus Fatoni memberikan pengarahan pada kegiatan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (HLM TPID) se-Sumsel di Hotel Wyndham Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (12/6/2024). Foto: Humas Pemprov Sumsel.
Pj Gubernur Sumsel, Agus Fatoni memberikan pengarahan pada kegiatan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (HLM TPID) se-Sumsel di Hotel Wyndham Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (12/6/2024). Foto: Humas Pemprov Sumsel.

Bupati di Sumsel Diminta Realisasikan Gerakan Tanam

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Para kepala daerah di Provinsi Sumatera Selatan diminta segera menyampaikan realisasi gerakan tanam yang menjadi atensi Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendagri.

“Bagi sejumlah kabupaten yang belum melaksanakan, agar segera melakukannya dan melaporkan,” tegas Pj Gubernur Sumsel, Agus Fatoni saat kegiatan High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (HLM TPID) se-Sumsel di Hotel Wyndham Jakabaring, Palembang, Rabu (12/6/2024).

Berdasarkan Surat Edaran (SE) Itjen Kementerian Dalam Negeri Nomor:500.2.5/1236/IJ tanggal 14 Mei 2024, Fatoni telah memberikan atensi kepada empat kabupaten yang mengalami kenaikan harga bawang merah pada pekan pertama Mei 2024.

Terkait hal itu, Fatoni meminta kepada bupati masing-masing daerah mengoptimalkan kegiatan Gerakan Tanam melalui Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) skala rumah tangga. Kemudian juga melalui GSMP Goes to School dan GSMP Goes to Office yang dilaunching pada tanggal 25 Februari 2024 juga terus digalakan di daerah.

Tulisan lainnya :   Muba Siapkan Skema Atasi Kesulitan Pupuk

“Laporkan hasil kegiatan gerakan menanam tersebut kepada Inspektur Jenderal Kemendagri setiap minggu dan ditembuskan kepada Pj gubernur melalui Biro Perekonomian Setda Provinisi Sumsel,” tegas Fatoni.

Sementara itu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel juga telah melakukan sejumlah langkah guna mengantisipasi terjadinya inflasi. Di antaranya, yaitu dengan mengintensifkan gerakan menanam yang berkelanjutan dengan Kerjasama Antar Daerah (KAD) guna menambah ketersediaan pasokan serta berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Gerakan Pengendalian Inflasi Serentak se-Sumsel (GPISSS) kita lakukan juga dengan menggelar operasi pasar dan gerakan pasar murah di setiap Kabupaten/Kota.  Kita bersinergi dengan stakeholder BUMN/BUMD, swasta dan instansi vertikal sebagaimana telah terlaksana  sebelumnya,” tandasnya.

Tulisan lainnya :   Jemaah Haji Mulai Lunasi Biaya Haji

Sebagaimana diketahui, inflasi Sumatera Selatan pada bulan Mei 2024 merupakan yang terendah kedua se-Sumatera dan berada di bawah tren tahun-tahun sebelumnya. Untuk itu, dirinya mengucapkan terima kasih atas upaya yang dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi dan Kabupaten/Kota serta stakeholder lainnya yang telah terlibat aktif dalam upaya pengendalian inflasi di Sumsel.

“Saat ini, Sumatera Selatan pada bulan Mei 2024 mengalami inflasi sebesar 0,06% month to month (mtm) menurun dibandingkan pada bulan sebelumnya yaitu bulan April 2024 sebesar 0,43%. Untuk inflasi tahunan pun menurun menjadi 2,98% secara year on year (yoy) dari inflasi bulan sebelumnya 3,12% (yoy),” jelas Fatoni. (gih)

Editor: Ferly

Check Also

Truk bermuatan tabung gas elpiji diperiksa penyidik Polda Sumsel. Foto: Sumselheadline/Ela.

Truk Berisi Tabung Gas Terbakar

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumsel bersama Unit Pidsus Polres Banyuasin telah melakukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *