Ajakan Pemkab Muba untuk cegah DBD
Korban rudakpaksa yang melapor ke Polrestabes oknum pembina pramua sebuah sekolah di Palembang, Selasa (14/5/2024). Foto: Sumselheadline/Ela.
Korban rudakpaksa yang melapor ke Polrestabes oknum pembina pramua sebuah sekolah di Palembang, Selasa (14/5/2024). Foto: Sumselheadline/Ela.

Pembina Pramuka Dilaporkan Rudapaksa Muridnya

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Seorang oknum guru ekstrakurikuler di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) dilaporkan ke SPK Terpadu Polrestabes Palembang. Dia dilaporkan lantaran diduga sudah melakukan tindakan rudapaksa terhadap anak didiknya berinisial A (17).

Oknum guru berinisial MAT tersebut dilaporkan ke Polrestabes Palembang oleh M Djunai (25), warga Jalan Sultan Mansyur, Kecamatan IB II, Palembang, yang tak lain kakak kandung korban.

Menurut M Djunai, terlapor merupakan oknum guru pembina Pramuka di tempat adiknya sekolah. “Peristiwa dugaan rudapaksa itu terjadi di Jalan PDAM, Kelurahan Bukit Lama Kecamatan IB I Palembang, tepatnya di kontrakan milik terlapor PADA Januari 2024 lalu,” katanya, Selasa (14/5/2024).

Kejadian tersebut berawal saat adiknya sedang berada di sekolah. Kemudian, terlapor menelepon adiknya untuk datang dan membantu untuk mengambil barang yang tinggal di kontrakan terlapor.

Tulisan lainnya :   Densus 88 Geledah Rumah Terduga Teroris di Palembang

Korban mendatangi tempat tinggal kontrakan terlapor yang berada di lokasi kejadian. “Setelah sampai, adik saya ini menunggu di luar kontrakan sambil menunggu terlapor di TKP. Tanpa sebab adik saya ini langsung ditarik oleh terlapor untuk masuk dikontrakan tersebut,” ujarnya.

Saat itu, terlapor langsung memeluk, mencium dan meraba bagian bawah adiknya dengan menggunakan tangan. “Alhamdulillah Pak, berkat neneknya yang bertanya dan adik saya mau menceritakan semuanya,” ungkapnya

Djunai juga membeberkan, sebelum ini adiknya sempat diancam oleh terlapor, jangan pernah melaporkan kepada keluarga serta pihak terkait lainnya di Whatsap.

“Apabila adik saya melaporkan kepada keluarga serta pihak terkait lainnya, akan dimalukan semua dan akan membongkar semua serta yang lainnya. Intinya adik saya ketakutan pak selama ini dengan pengancaman terlapor,” terangnya.

Tulisan lainnya :   Vismondev Bantah Tolak Laporan TPPU Dana Yayasan Kader Bangsa

Dia berharap dengan ada laporannya pelaku bisa ditangkap dan mempertanggung jawabkan perbuatannya. “Saya harap pelaku bisa ditangkap polisi dan mempertanggung jawabkan perbuatannya,” harapnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Haris Dinza mengatakan bahwa laporan korban sudah diterima oleh petugas piket SPKT Polrestabes Palembang.

Dalam tindak pidana kejahatan perlindungan anak UU Nomor 17 tahun 2016 tentang pasal 76 E Junto 82 KUHP dengan nomor nomor : LP/B/1214/V/2024/SPKT/Polrestabes Palembang/Polda Sumsel.

“Selanjutnya, laporan korban akan diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Palembang untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya. (Ela)

Editor: Ferly

Check Also

Petuga mengevakuasi jasad Yundi yang ditemukan tewas di kamar mandi kosannya, Jumat (12/7/2024). Foto: Sumselheadline/Ela.

Yundi Tewas Luka Tusu di Kamar Mandi

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Yundi Efran (27), warga Kalidoni, Palembang, tewas dibunuh dalam kamar mandi rumah kakaknya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *