Karhutlah Sebabkan Kualitas Udara Sumsel Buruk

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Sejak dua pekan terakhir masyarakat Palembang dan sekitarnya mengeluhkan buruknya kualitas udara. Selain bauh asap, juga udara gersang dan penbuh bekas bakaran.

Kualitas udara di Sumsel pun sudah masuk kategori warning, karena asap bekas kebakaran lahan sudah menyebar ke sejumlah daerah.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Sumsel  mengatakan agar  masyarakat melakukan pembatasan aktivitas, termasuk kemungkinan meliburkan sekolah maupun menghentikan aktivitas pekerja. Namun itu baru akan dilakukan bila kualitas udara masuk kategori berbahaya.

Tulisan lainnya :   Investasi Harus Berdampak Bagi Putra-putri Daerah

Dikutif dari tribunsumsel.com, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran DLHP SumselIdrus Salam mengatakan kondisi kualitas udara saat ini memang perlu diwaspadai.

Namun, level pencemaran belum sampai pada kondisi yang mengharuskan pemerintah menghentikan aktivitas masyarakat secara luas.

“Kalau berdasarkan data yang ada, itu sudah memasuki warning atau kategori tidak sehat. Tapi memang belum sampai terlalu parah,” kata Idrus.

Berdasarkan hasil pemantauan, nilai ISPU tertinggi tercatat di Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang mencapai 180. Selanjutnya, Ogan Ilir 166, Musi Rawas 159, Palembang 141, dan Prabumulih 140. (rya)

Tulisan lainnya :   Empat Mahasiswa KKN Tercebur ke Sungai Rawas, Satu Belum Ditemukan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *