SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan, tim Satgas Udara terus melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang biasa di kenal hujan buatan.
Upaya ini sebagai salah satu langkah untuk mendukung penanganan Karhutla dan mengoptimalkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Provinsi Sumatera Selatan.
Hingga saat ini, tim Satgas Udara telah memasuki periode ke-8 pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Sejak dimulai pada Mei 2026, telah dilaksanakan sebanyak 68 sorti, dengan total bahan semai NaCl sebanyak 64.200 kilogram.
Penyemaian dilakukan juga pada Sabtu, 3 Oktober 2026, dengan Sorti ke-1-Pesawat PK-IKC. Pada sorti pertama, kegiatan penyemaian dilakukan di wilayah OKI, OKU Timur, Muaraenim dan Prabumulih, dengan menggunakan bahan semai NaCl sebanyak 1.000 kg.
Penyemaian dilakukan pada pertumbuhan awan Cumulus Cumulus Conanctus hingga Stratocumulus, dengan ketinggian awan mencapai sekitar >10.500 ft.
Kondisi Angin Saat Penyemaian: 3.000 ft-188° / 10 knot, 5.000 ft-298° / 7 knot, 8.000 ft-289°/10 knot, 10.000 ft-091° / 8 knot, Area Penyemaian: Ketinggian 9.000-10.000 ft, Arah 170°-225° | Jarak 42-65 NM.
Start penyemaian: 16.10 WIB. Pelaksanaan OMC merupakan bagian dari upaya bersama dalam mendukung pencegahan dan penanggulangan Karhutla di Sumatera Selatan, melalui optimalisasi kondisi cuaca dan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah yang membutuhkan. (gih)








