Deru: Laporkan Bila Harga Beras Diluar Ketentuan

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru memastikan ketersediaan beras di Sumsel dalam kondisi aman dan sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik maupun khawatir terhadap ketersediaan beras di pasaran. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau pembukaan Bazar Gerakan Pangan Murah (GPM) hasil kerja sama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan LPP TVRI di halaman Kantor TVRI Sumsel, Rabu (2/9/2026) pagi.

Usai meninjau pelaksanaan GPM, Herman Deru mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan pangan di pasaran.

“Hari ini kita menjawab kebutuhan pasar. Salah satu titiknya di TVRI yang kebetulan bersedia ditempati melalui kerja sama Bulog dan BI, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Pemprov Sumsel,” ujar Herman Deru.

Dia juga meminta masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan harga beras medium di atas ketentuan yang berlaku. “Kalau ada harganya di atas Rp 12.500 untuk beras medium, lapor,” tegasnya.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu gamang mengenai stok beras karena ketersediaan beras di Sumsel masih sangat mencukupi. Bahkan, berdasarkan hasil peninjauan langsung ke gudang, stok yang tersedia mampu memenuhi kebutuhan hingga sekitar 10 bulan ke depan tanpa tambahan pasokan.

“Saya sudah tinjau gudangnya. Sepuluh bulan ke depan tanpa diisi pun kita masih tersedia. Apalagi meskipun sekarang kemarau, di beberapa titik masih ada panen. Jadi, tidak usah khawatir,” tegasnya.

Sumsel selama ini juga menjadi salah satu daerah pemasok gabah bagi sejumlah provinsi lain. Tidak hanya provinsi tetangga, pasokan gabah dari Sumsel bahkan dikirim ke daerah di luar Pulau Sumatera.

“Sumsel ini beberapa provinsi gabahnya mengambil dari sini. Provinsi tetangga, bahkan luar pulau. Jadi, aman,” katanya.

Terkait adanya kekhawatiran masyarakat mengenai berkurangnya beras premium di pasaran, Herman Deru menjelaskan bahwa kondisi tersebut bukan berarti terjadi kelangkaan beras secara keseluruhan. Saat ini, produksi lebih diarahkan untuk memenuhi kebutuhan beras medium yang menjadi kebutuhan masyarakat secara luas.

Tulisan lainnya :   Aplikasi Kawal Pak Wali, Percepat Digitalisasi di Palembang

Ia juga menegaskan bahwa beras premium pada dasarnya ditujukan bagi masyarakat dengan kemampuan ekonomi lebih tinggi dan tidak mendapatkan subsidi seperti beras medium.

“Beras premium ini middle up. Harganya juga tinggi. Kalau terjadi kenaikan, salah satunya karena kemasannya. Makin mewah kemasannya, makin mahal,” jelasnya.

Herman Deru juga mengingatkan masyarakat bahwa kandungan gizi beras premium dan medium pada dasarnya tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Karena itu, masyarakat tidak perlu melakukan aksi pembelian secara berlebihan.

“Kita bersyukur kalau masyarakat senangnya beras premium. Namun, kandungan gizinya sebenarnya sama saja, tidak ada bedanya. Hanya medium itu disubsidi. Kita berterima kasih yang membeli premium karena premium tidak bersubsidi,” ujarnya.

Ia memastikan beras premium tetap tersedia di pasaran. Namun, masyarakat diminta tidak melakukan aksi borong karena saat ini produksi lebih mengutamakan pemenuhan kebutuhan beras medium.

Lebih lanjut, Herman Deru mengatakan Pemprov Sumsel terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat ketahanan pangan, salah satunya dengan mengoptimalkan produktivitas petani, baik pada lahan yang memiliki irigasi maupun nonirigasi.

Pemerintah juga telah menyiapkan pompa air untuk membantu petani yang menghadapi kendala akibat kondisi kemarau.

“Seperti di Sungai Rotan, sudah terlanjur tanam, kemudian kemarau. Saya sudah instruksikan Dinas Pertanian untuk mengirim mesin air karena sungainya ada,” ungkapnya.

Menurut Herman Deru, langkah tersebut dilakukan agar tanaman yang sudah ditanam petani tetap mendapatkan pasokan air sehingga produktivitas pertanian dapat dipertahankan di tengah kondisi cuaca yang ada.

Selain menjaga produksi, Pemprov Sumsel juga menyiapkan langkah untuk memperkuat akses masyarakat terhadap beras dengan menghadirkan penjualan langsung di pasar-pasar.

“Besok kita bersama BI akan sewa kios-kios yang ada. Bulog akan memanagenya. Akan melayani di pasar ini, justru di pasar-pasar akan disewakan kios untuk melayani kebutuhan beras,” jelasnya.

Ia menegaskan, langkah yang melibatkan para Sultan Muda tersebut juga diharapkan dapat menjaga keterjangkauan harga sekaligus memastikan masyarakat memperoleh beras dengan harga yang wajar.

Tulisan lainnya :   Asap Karhutlah Selimuti Jalan Tol Palembang-Kayuagung

Herman Deru juga meminta masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan harga beras medium di atas ketentuan yang berlaku.

“Kalau ada harganya di atas Rp12.500 untuk beras medium, lapor,” tegasnya.

Sebelumnya, usai membuka GPM secara resmi, Wakil Direktur Utama Perum Bulog Pusat, Mayjen TNI (Purn) Dr. Marga Taufiq, S.H., M.H., mengatakan kegiatan kali ini merupakan salah satu pasar murah yang dilaksanakan pemerintah. Fasilitas tersebut diberikan Bulog agar masyarakat memiliki akses untuk mendapatkan bahan makanan dengan harga murah.

Dalam kegiatan GPM tersebut tersedia beras maupun produk-produk pertanian lainnya. Bulog, menurut Marga Taufiq, akan selalu berupaya menyiapkan fasilitas seperti ini, baik secara mandiri maupun melalui kerja sama seperti yang dilaksanakan bersama TVRI Sumsel.

“Ya betul, jadi selain memperbanyak titik-titiknya itu, kita akan terus kontinu juga. Jadi, ada instruksi dari pusat bahwa beras ini harus selalu tersedia, jadi selalu ada,” pungkasnya.

Hadir dalam acara tersebut Kepala TVRI Sumsel Eflianty Analisa, S.P., M.Si., Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumsel Bambang Pramono, Pimpinan Wilayah Bulog Sumsel Babel Ihsan, serta kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel.

Sejumlah komoditas pangan ditawarkan dengan harga yang relatif terjangkau. Di antaranya, beras SPHP Rp57.000 per 5 kilogram, bawang merah Rp28.000 per kilogram, bawang putih Rp33.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp28.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp45.000 per kilogram, gula pasir Rp17.000 per kilogram, daging ayam Rp40.000 per kilogram, telur ayam Rp23.000 per kilogram, serta Minyak Kita Rp15.500 per liter.

Selain itu, tersedia daging kerbau seharga Rp106.000 per kemasan. Harga komoditas tersebut sewaktu-waktu dapat mengalami perubahan.

Sejak pagi, GPM tersebut dipadati warga yang antusias. Sebagian besar warga terlihat mengantre untuk membeli minyak goreng dan beras. (gih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *