SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menerima audiensi Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (HIT) Sumsel Sri Endah Ekandari beserta jajaran dalam rangka silaturahmi di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Senin (1/9/2026).
Dalam audiensi tersebut, Sri Endah menyampaikan sejumlah agenda Balai Karantina HIT yang akan dilaksanakan di Sumsel, termasuk rencana kunjungan Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding pada akhir September 2026.
Sri Endah mengatakan, kunjungan tersebut akan diisi dengan agenda kuliah umum di Universitas Sriwijaya (Unsri). Selain itu, pihaknya juga menyampaikan rencana sejumlah kegiatan lainnya yang akan melibatkan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.
“Kami menyampaikan beberapa kegiatan pada akhir September. Ada agenda besar memberikan kuliah umum di Unsri, dan kami meminta arahan serta dukungan dari Bapak Gubernur,” ujar Sri Endah.
Ia menjelaskan, dalam rangkaian kunjungan tersebut juga direncanakan kegiatan yang berkaitan dengan sektor perkebunan, termasuk peninjauan komoditas kelapa sawit, serta penguatan kolaborasi dengan program Sultan Muda.
Menurut Sri Endah, keterlibatan Balai Karantina HIT dalam berbagai program pembangunan daerah penting untuk memperkuat sinergi, khususnya dalam mendukung pengembangan komoditas dan peningkatan kapasitas generasi muda.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Herman Deru menyatakan Pemprov Sumsel siap memberikan dukungan terhadap berbagai agenda yang memberikan manfaat bagi pembangunan daerah.
“Kita bantu dorong. Kita fokuskan juga pada Sultan Muda,” kata Herman Deru.
Herman Deru menyarankan agar sinergi tersebut dikembangkan melalui forum yang lebih luas dengan melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga program Sultan Muda dapat terhubung dengan akses pembiayaan dan pengembangan usaha bagi generasi muda.
“Bagusnya kita bikin panelnya di OJK, kita kaitkan dengan Sultan Muda. Bagaimanapun Balai Karantina harus aktif berperan untuk Sultan Muda,” tegasnya.
Ia berharap kolaborasi antara Pemprov Sumsel, Balai Karantina HIT, OJK, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya dapat memperkuat ekosistem pengembangan wirausaha muda sekaligus mendorong potensi komoditas unggulan Sumsel.
Gubernur juga menekankan pentingnya agar setiap agenda kunjungan dan kegiatan strategis di Sumsel tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menghasilkan kerja sama konkret yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Melalui sinergi tersebut, Pemprov Sumsel berkomitmen terus mendorong pengembangan potensi daerah, termasuk sektor pertanian dan perkebunan serta pemberdayaan generasi muda melalui program Sultan Muda. (gih)








