E-PUS PADEK Bikin Pelayanan Puskesmas Muba Gacor

SUMSELHEADLINE.COM, SEKAYU — Guna meningkatkan pelayanan kesehatan di Musi Banyuasin (Muba), sejumlah program dilakukan Dinas Kesehatan setempat. Kali ini kembali menggebrak lewat terobosan pelayanan publik yang progresif, dengan aplikasi E-PUS PADEK (Elektronik Puskesmas dengan Pelayanan Akurat, Data Efektif, dan Komprehensif).

Peluncuran aplikasi tersebut digelar di ruang rapat Lantai 2 UPTD Puskesmas Balai Agung, Rabu (01/07/2026). Sistem Rekam Medis Elektronik (RME) yang terintegrasi penuh ini tidak hanya sekadar ujicoba, tapi langsung diterapkan serentak di 30 Puskesmas se-Kabupaten Muba.

Kehadiran inovasi ini menjadi angin segar yang memotong kerumitan pencatatan manual dan memangkas waktu tunggu pasien di loket pelayanan secara signifikan. Sehingga pelayanan di Puskesmas makin gacor.

Acara peluncuran masif ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin Drs. Syafaruddin, MSi dan dihadiri oleh jajaran strategis pemerintah daerah, mulai dari, Plt. Ka. Dinas Kesehatan, Dr. Zwesty Wisma Devi, MH, Sekcam Sekayu Lendy yang hadir mewakili Camat, Lurah Balai Agung Revi Saputra, hingga Kepala UPTD Puskesmas Balai Agung drg. Amelya Suzana M.Kg, serta perawakilan Kominfo.

Momentum ini menjadi bukti nyata bahwa koordinasi lintas sektor di Kabupaten Muba berjalan sangat solid demi menyukseskan agenda transformasi digital nasional di bidang kesehatan.

Peluncuran ini mendapat atensi dan apresiasi luar biasa dari Sekretaris Daerah. Dalam arahannya yang penuh keterbukaan, Syafaruddin mengaku sangat bangga sekaligus terharu atas kegigihan jajaran kesehatan.

Tulisan lainnya :   Mobil BBM Meledak, Rumah Warga Talang Leban Membara

Di tengah situasi daerah yang saat ini sedang berjuang keras menata stabilitas fiskal dan menyelesaikan berbagai kewajiban keuangan, Dinas Kesehatan beserta seluruh kawan-kawan puskesmas justru membuktikan diri tetap kompak dan mampu melahirkan inovasi pelayanan yang fungsional bagi masyarakat luas.

Sekda menegaskan bahwa ketahanan mental dan produktivitas jajaran medis Muba dalam keterbatasan ini patut menjadi teladan bagi instansi pemerintahan lainnya.

Satu hal yang paling menarik perhatian dan menuai pujian khusus dari Sekda adalah kecerdasan dalam pengelolaan anggaran program ini. Berkat kejelian tim teknis Dinas Kesehatan dengan pihak vendor, sistem canggih berskala nasional ini berhasil didapatkan secara gratis selama satu tahun pertama berjalan hingga bulan Desember.

Untuk keberlanjutannya, operasional aplikasi akan dibiayai secara mandiri melalui kas BLUD puskesmas masing-masing sebesar Rp1.000.000,- saja. Keberhasilan mengimplementasikan teknologi modern secara serentak tanpa membebankan sepeser pun pada APBD daerah dinilai Sekda sebagai bentuk efisiensi birokrasi tingkat tinggi yang sangat cerdas di tengah masa penghematan daerah.

Apresiasi senada juga ditekankan oleh Kepala Dinas Kesehatan Muba, Dr. Zwesty Wisma Devi, yang memuji totalitas kerja seluruh tim medis di lapangan. Nama “Padek” yang diambil dari bahasa lokal Sekayu berarti bagus atau mantap, merepresentasikan kualitas layanan baru yang kini sudah terhubung langsung (bridging) dengan platform Satu Sehat Kementerian Kesehatan RI serta sistem BPJS Kesehatan.

Tulisan lainnya :   Warga Sumber Bakti Mura Heboh Buaya Masuk Kolam

Integrasi ini otomatis mendongkrak akurasi data kapitasi BLUD puskesmas karena setiap penanganan medis terbaca langsung secara nasional. Melalui E-PUS PADEK, rekam medis pasien aman dari risiko kehilangan berkas fisik, sehingga para dokter dapat mengkaji diagnosis awal secara tepat demi meminimalisir kesalahan tindakan medis.

Tidak hanya berfokus pada urusan medis, sistem baru ini juga membawa reformasi besar pada layanan administrasi kesehatan. Berdasarkan video simulasi yang ditayangkan di akhir acara, petugas di setiap unit pelayanan kini dapat langsung mencetak berbagai dokumen penting secara instan.

Dokumen-dokumen seperti surat keterangan sakit, surat keterangan sehat, hingga surat keterangan buta warna kini dapat diterbitkan dengan proses yang jauh lebih cepat, rapi, dan seluruhnya terdokumentasi dengan aman di dalam database sistem.

Langkah digitalisasi total ini menjadi pembuktian nyata bahwa Kabupaten Muba siap melangkah maju menuju ekosistem pelayanan publik yang modern, transparan, dan sepenuhnya tepercaya. (rya)

Editor: Ferly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *