SUMSELHEADLINE.COM, SEKAYU — Semangat gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Menindaklanjuti instruksi Bupati Muba HM Toha Tohet, SH agar pembangunan infrastruktur desa dilakukan secara kolaboratif dan melibatkan partisipasi masyarakat, warga Desa Supat Timur, Kecamatan Babat Supat melaksanakan pengecoran jalan penghubung antar dusun, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Village 16 Dusun IV Desa Supat Timur tersebut dipimpin langsung Camat Babat Supat Musmulyadi SE MM bersama Sekretaris Kecamatan Amir Syarifuddin SH dan Kepala Desa Supat Timur Heri Diandi.
Pengecoran jalan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan warga setempat. Jalan yang dicor memiliki lebar 3 meter dengan panjang sekitar 150 meter dan dikerjakan secara bertahap agar aktivitas serta mobilitas masyarakat tetap berjalan normal.
Camat Babat Supat Musmulyadi,SE, MM mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Muba HM Toha Tohet yang mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dasar di desa melalui semangat kebersamaan dan partisipasi masyarakat.
“Ini merupakan tindak lanjut instruksi Bupati Muba HM Toha Tohet SH agar seluruh elemen di wilayah dapat bergotong royong mempercepat pembangunan yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Alhamdulillah warga sangat antusias dan terlibat aktif dalam kegiatan ini,” ujar Musmulyadi.
Menurutnya, jalan tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan kawasan permukiman warga di Dusun IV sehingga keberadaannya sangat dibutuhkan untuk mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Musmulyadi juga mengapresiasi dukungan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Kegiatan pengecoran jalan tersebut mendapat bantuan dari PT HKI dan PT HK SIS.
Sementara itu, Bupati Muba HM Toha Tohet menegaskan pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat dan dunia usaha.
“Kami terus mendorong budaya gotong royong sebagai kekuatan utama pembangunan di desa. Dengan kebersamaan antara pemerintah, masyarakat, dan perusahaan, berbagai kebutuhan infrastruktur dapat diselesaikan lebih cepat dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” kata Toha. (rya)
Editor: Edi














