SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG – Mengawali kalender kerja tahun 2026, Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru menegaskan komitmennya untuk memacu seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel.
Ia menuntut adanya produk nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Penegasan tersebut disampaikan gubernur saat memimpin Rapat Koordinasi dan Penandatanganan Perjanjian Kinerja serta Pakta Integritas Tahun 2026.
Acara yang berlangsung di Griya Agung Palembang, Rabu (21/1/2026) pagi ini, dihadiri oleh Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama se-Sumsel.
Dalam arahannya, Herman Deru menekankan bahwa tahun ini bukan lagi saatnya untuk sekadar berencana atau mengumbar janji. Ia menginstruksikan seluruh jajaran agar serius melaksanakan kebijakan strategis, terutama pada sektor infrastruktur dan percepatan operasional pelabuhan Tanjung Carat.
Gubernur yang didampingi Wakil Gubernur H. Cik Ujang dan Sekda Dr. Drs. H. Edward Candra , MH ini menyatakan bahwa inovasi pelayanan publik harus menjadi prioritas.
“Saya minta di momen awal tahun ini kita benar-benar menghasilkan produk terbaik. Yang saya minta bukan janji, tapi hasil nyata,” tegasnya.
Herman Deru mengingatkan bahwa amanah kepemimpinan yang ia emban merupakan mandat dari 9 juta lebih masyarakat Sumsel.
Masyarakat dengan beragam latar belakang pendidikan dan ekonomi menaruh harapan besar pada kualitas pelayanan yang diberikan oleh aparatur pemerintah.
Ia mengibaratkan jajaran OPD sebagai organ tubuh yang saling bertautan dalam satu sistem besar.
Jika salah satu perangkat daerah tidak berfungsi maksimal atau “sakit”, maka seluruh ritme pembangunan di Sumatera Selatan akan ikut terganggu.
Gubernur juga menepis isu adanya praktik kelompok tertentu atau transaksi jabatan di lingkungannya. Ia menjamin bahwa profesionalisme adalah satu-satunya tolok ukur, di mana pejabat harus membalas kepercayaan tersebut dengan kinerja yang melampaui standar normatif.
Menurutnya, bekerja sekadar “mengalir saja” tidak akan membawa perubahan signifikan bagi daerah. Setelah penandatanganan pakta integritas, setiap kepala dinas diminta melakukan otokritik terhadap capaian konkret yang telah atau akan mereka hasilkan bagi publik.
Menengok perjalanan 11 bulan terakhir di periode kedua kepemimpinannya, Herman Deru mengakui adanya fase transisi yang cukup menantang. Meski berbagai penghargaan nasional telah diraih, ia menilai prestasi tersebut belum memberikan dampak yang benar-benar transformatif.
“Kita memang banyak mendapat penghargaan dan data statistik meningkat, tapi bagi saya itu belum signifikan. Kita belum boleh puas dengan pencapaian yang ada saat ini,” tambah Gubernur dengan nada bicara yang penuh motivasi.
Tantangan keterbatasan anggaran pun disinggung sebagai ujian kreativitas bagi para pimpinan OPD. Ia meminta jajarannya keluar dari zona nyaman dan tidak menjadikan minimnya dana sebagai alasan untuk berhenti melakukan inovasi atau kolaborasi dengan pihak swasta.
Sebagai penutup, Herman Deru mengajak para pejabat untuk merenungi kembali esensi sebagai pelayan rakyat. Ia yakin jika setiap OPD mampu menghasilkan satu produk unggulan, maka akumulasi dari kinerja tersebut akan membawa Sumsel menuju kemajuan yang jauh lebih pesat. (gih)
Editor: Ferly








