Ajakan Pemkab Muba untuk cegah DBD

Disdik Kota Palembang Sebut tak Ada Lagi Guru TKS

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG –– Pemerintah kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Pendidikan mengklaim tidak ada guru honorer yang berstatus Tenaga Kerja Sukarela (TKS).

Sebelumnya, Guru TKS adalah mereka yang bekerja dan direkrut oleh sekolah tanpa SK Walikota. Kini mereka telah berganti nama menjadi honorer, sama dengan honorer yang mendapatkan SK.

Salah seorang guru honorer di salah satu SD Kota Palembang, AK mengatakan status TKS sudah lama berganti nama. Namun, kesejahteraannya masih sama.

“Hanya berubah jadi honorer, tapi gaji kami masih sama seperti dulu, kecil hanya Rp500 ribu – Rp700, kalau yang sudah punya SK walikota di atas Rp1 juta,” katanya, Rabu (20/9/2023).

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang Ansori mengatakan, sejak beberapa tahun lalu TKS sudah tidak diberlakukan lagi bagi para guru.

Tulisan lainnya :   Budayakan Pola Pikir Memproduksi Sendiri Kebutuhan

“Semua TKS sudah menjadi honorer, kami pastikan juga di Palembang tidak ada lagi guru berstatus TKS,” katanya

Penggajian para honorer masih disesuaikan dengan APBD Kota Palembang. Untuk para guru nilainya berbeda-beda dan banyak dikeluhkan jauh dari kata sejahtera.

“Makanya kami mengarahkan agar mereka ikut tes PPPK yang lebih menjamin selayaknya ASN,” katanya.

Pada penerimaan formasi PPPK 2023 ini, untuk guru sudah kita usulkan sebanyak 1300.

“Tadinya kita usulkan 900, tapi kita tambah lagi 400 sehingga totalnya jadi 1300 untuk penerimaan PPPK di 2023 ini,” katanya.

Tulisan lainnya :   Satu Jemaah Dilarang Terbang, Kloter 2 Rata-rata Risiko Tinggi

Honorer guru yang awal itu diusulkan sebanyak 3.500, baru diterima jadi PPPK sebanyak 2.527.

Ansori mengakui, jika sebenarnya masih cukup banyak guru yang berstatus honorer dan belum menjadi PPPK ini.

“Itu akan kita data lagi, dan semuanya ini akan kita usulkan untuk menjadi P3K,” katanya.

Sebenarnya, ketersediaan formasi untuk guru jadi PPPK ini juga bergantung dari kebutuhan yang ada di sekolah untuk setiap mata pelajaran (Mapel).

“Jadi ini juga bergantung mapel-nya, misal sekolah A butuh berapa guru, dan mapel apa saja itu kemudian di usulkan ke kita (Disdik) dan dilanjutkan untuk pengusulan formasi ke P3K,” katanya. (Nda)

Editor : Edi

Check Also

Para juara lomba gaplek di Kominfo Palembang, Kamis (13/6/2024). Foto: Sumselheadline/Pitria.

Lomba Gaplek Pererat Silaturrahim Wartawan-OPD

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Dalam rangka memeriahkan HUT Kota Palembang, Dinas Kominfo setempat menggelar lomba main …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *