Ajakan Pemkab Muba untuk cegah DBD
Massa menggelar aksi di Polda Sumsel mendesak pengusutan kasus penyekapan warga oleh perusahhaan sawit, Selasa (2/5/2023). Foto : Sumselheadline/Ela.
Massa menggelar aksi di Polda Sumsel mendesak pengusutan kasus penyekapan warga oleh perusahhaan sawit, Selasa (2/5/2023). Foto : Sumselheadline/Ela.

Massa Lentera Hijau Geruduk Polda Sumsel, Desak Kasus Penyekapan Warga

SUMSELHEHADLINE.COM, PALEMBANG — Terkait kasus penahanan terhadap petani di Banyuasin oleh Asisten Direktur PT Andira Agro TBK, Yulisman Aidi (46) waktu lalu, massa dari Lentera Hijau Sriwijaya berkumpulkan menyampaikan aspirasi mereka di Polda Sumsel, Selasa (2/05/2023).

Tuntutan dari massa tersebut mendesak pihak Polda Sumsel untuk segera memeriksa pihak perusahaan dari PT. Andira Agro TBK yang diduga memberikan intruksi melakukan penahanan terhadap petani Banyuasin dan dilakukan lebih dari 1×24 jam yang mana tidak sesusai dengan peraturan Kapolri Nomor 8 tahun 2009.

“Jadi fokus kami hari ini adalah adanya dugaan penyekapan selama 28 jam tanpa diberi makan terhadap petani Banyuasin oleh Pihak pimpinan PT. Andira Agro TBK yang mengintruksi kepada pihak keamanan lantaran dugaan melakukan pencurian buah sawit oleh petani tersebut, Ini sudah sudah jelan pelanggaran HAM,” ungkap Koordinator aksi demo, Febri Z.S dari Lentera Hijau Sriwijaya.

Tulisan lainnya :   Kisah Bocah Rizky Aditya, Jualan Keliling Jadi Tulang Punggung Keluarga

Ia pun menambahkan, sawit yang diduga dicuri oleh petani Banyuasin tersebut merupakan lahan milik warga itu sendiri, Mereka memiliki sertifikat atas lahan mereka sendiri tersebut.

Adapun penahanan tersebut terjadi pada hari Kamis, 06 April 2023 lalu, di PT Andira Agro TBK di desa Karang Anyar, Muara Padang, Banyuasin, Sumsel dan telah dilaporkan di Polda Sumsel dengan no STTLP Nomor : 190/ IV 2023/SPKT POLDA SUMSEL dan LP Nomor : B /190/IV/2023/SPKT/POLDA SUMSEL.

Adapun tuntutan lainnya dari massa ini, Meminta untuk diperiksa PT Andira Agro TBK yang diduga melakukan kegiatan perkebunan Kelapa Sawit diluar Hak Guna Usaha (HGU) sebagaimana pada pasal 18 UU No 39 Tahun 2014.

Tulisan lainnya :   Ratu Dewa Sidak, Temukan Kantor Masih Kosong

“Fokus berikutnya, Dugaan terhadap perusahaan tersebut yang telah melakukan penanaman ataupun produksi perkebunan sawit diluar HGU dan kita mempunyai data lengkap, Hari ini akan kita berdiskusi dengan pihak Ditreskrimum Polda Sumsel untuk lebih lanjutnya,” pungkasnya. (Ela)

Editor : Ferly

Check Also

Penjabat Gubernur Sumsel, Agus Fatoni menyuapi anak pada kegiatan Peluncuran Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor (PSA) Sumsel dan Telewicara ‘Halo PSA Sumsel’ di Griya Agung, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (4/6/2024). Foto: Humas Pemprov Sumsel.

Sumsel Turunkan Stunting-Kemiskinan Ektrem Tercepat

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi daerah yang berhasil dalam menurunkan angka stunting …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *