Ajakan Pemkab Muba untuk cegah DBD
WA (42), ASN di sebuah Puskesma di Kabupaten OKI dihadirkan saat rilis pelangkapan Polda Sumsel, Selasa (13/12/2022). Foto : Sumselheadline/Ela
WA (42), ASN di sebuah Puskesma di Kabupaten OKI dihadirkan saat rilis pelangkapan Polda Sumsel, Selasa (13/12/2022). Foto : Sumselheadline/Ela

Wanita ASN Puskesmas OKI Edarkan Narkoba

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Ditresnarkoba Polda Sumatera Selatan menangkap pengedar narkoba jenis sabu. Pelaku merupakan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Desa Serigeni, Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Pengedar sabu yang aktif bertugas sebagai ASN di salah satu Puskesmas di kawasan Kayuagung tersebut adalah seorang wanita berinidial WA (42). Direktur Ditres Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Heru Agung Nugroho, SIK membenarkan bahwa oknum PNS di Kayuagung ditangkap karena kedapatan memiliki narkoba jenis sabu.

“Barang bukti yang kita amankan yakni, narkoba jenis sabu dengan berat 21.30 gram, kemudian 16 butir ekstasi denga berat 6.92 gram dari pelaku,” ujarnya Selasa (13/12/2022).

Tulisan lainnya :   Desa Ulak Embacang Terendam, Sekolah Diliburkan

Dikatakan Kombes Pol Heru bahwa, pelaku ditangkap berkat adanya laporan dari masyarakat di nomor bantuan polisi yang dibuat Polda Sumsel. “Mendapatkan informasi itu kita langsung melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku,” katanya.

Pelaku ditangkap berkat anggotanya melakukan under cover buy, yang menyamar jadi pembeli. “Kita mengajak pelaku ke rumahnya dan ditemukan barang bukti sabu berat 21.30 gram, kemudian 16 butir ekstasi denga berat 6.92 gram di dapur pelaku,” jelasnya.

Pelaku kemudian dibawa ke Polda Sumsel untuk pemeriksaan lebih lanjut. Diungkapkan Kombes Pol Heru bahwa dari pengakuan pelaku barang tersebut dibelinya dari J (DPO). “Informasinya J ini membeli lagi dari L (DPO),” katanya.

Tulisan lainnya :   Razia Takjil di Muba, Enam Makanan Kandung Formalin

Masih kata Kombes Pol Heru, dari pengakuan WA tidak pernah bertemu dengan pelaku yang menjual sabu tersebut. “Transaksinya melalui ponsel, mereka tidak pernah bertemu melainkan mengambil barang di tempat yang sudah disepakati,” ungkapnya.

Atas ulahnya pelaku dikenakan pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) UU RI. No 35 tahun 2009 tentang narkotika.”Dengan ancaman hukumannya pidana seumur hidup dengan pidana 20 tahun penjara,” jelasnya.

Sementara itu, dari pengakuan WA bahwa ia mau menjadi pengedar sabu karena tergiur upahnya. “Saya mendapatkan dari transaksi pertama sebesar Rp500 ribu, saya menyesal,” tutupnya singkat. (Ela)

Editor : Edi

Check Also

Pj Gubernur Sumsel, Agus Fatoni bersama sejumlah pejabat saat hadir di parpurna HUT Kota Palembang, Minggu (16/6/2024). Foto: Humas Pemprov Sumsel.

Pemprov Sumsel Komitmen Bantu Dana Pembangunan Kabupaten-Kota

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Penjabat Gubernur Sumatera Selatan, Agus Fatoni mengatakan berkomitmen mendorong percepatan pembangunan di 17 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *