Sekolah Hentikan Aktivitas Luar Ruang dan Siapkan Opsi PJJ

SUMSELHEADLINE.COM, SEKAYU — Di tengah meningkatnya risiko paparan kabut asap, ruang kelas menjadi tempat belajar yang paling aman bagi ribuan pelajar di Musi Banyuasin.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Muba melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menerbitkan kebijakan antisipatif dengan menginstruksikan seluruh satuan pendidikan mengutamakan keselamatan dan kesehatan warga sekolah dibanding aktivitas di ruang terbuka.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Nomor B-400.3/4107/DIKBUD/2026 tentang Antisipasi dan Penanganan Dampak Musibah Kabut Asap pada Satuan Pendidikan di Kabupaten Musi Banyuasin yang diterbitkan di Sekayu, Rabu (26/8/2026).

Surat ini berlaku bagi seluruh jenjang PAUD/TK/RA, SD/MI hingga SMP/MTs sebagai tindak lanjut imbauan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Selatan berdasarkan hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

Tulisan lainnya :   Telur Produksi Banyuasin Jamin Ketersediaan MBG dan Kebutuhan Umum

Kepala Dikbud Muba, Yayan, SE, MM menegaskan setiap sekolah wajib menghentikan sementara seluruh kegiatan di luar ruangan, mulai dari olahraga, upacara bendera, ekstrakurikuler, hingga waktu istirahat di area terbuka selama kualitas udara belum membaik.

Selain itu, seluruh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan diwajibkan mengenakan masker saat berada di lingkungan sekolah maupun selama perjalanan menuju dan pulang dari sekolah.

Apabila kualitas udara memasuki kategori Sangat Tidak Sehat atau Berbahaya, kepala satuan pendidikan dapat mengalihkan proses belajar mengajar menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) setelah berkoordinasi dengan Disdikbud Muba. Sekolah juga diperkenankan menyesuaikan durasi jam pelajaran sesuai tingkat risiko kesehatan.

Sebagai langkah mitigasi, Yayan juga meminta seluruh sekolah mengoptimalkan fungsi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dengan menyiapkan obat-obatan dasar, ruang pertolongan pertama yang aman dari paparan asap, serta alat bantu pernapasan sesuai kemampuan masing-masing sekolah.

Tulisan lainnya :   Senam Kriya Adopsi Kearifan Lokal Sumsel

Di sisi lain, peserta didik diimbau memperbanyak konsumsi air putih, buah, dan sayuran, serta membiasakan pola hidup bersih dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun.

“Keselamatan dan kesehatan warga sekolah menjadi prioritas utama. Setiap satuan pendidikan harus memantau perkembangan kualitas udara dan mengambil langkah cepat sesuai kondisi di lapangan,” tegas Yayan.

Ia juga menginstruksikan kepala sekolah untuk terus mengikuti informasi resmi terkait ISPU serta melaporkan perkembangan kondisi kesehatan warga sekolah secara berkala agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur. (rya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *