SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG – Jembatan Ampera, Minggu (18/7/2026) pagi berubah wajah. Biasanya dilintasi kendaraan, kali ini dipenuhi ribuan perempuan yang berjalan santai mengenakan perpaduan busana Kebaya Nasional dan kain wastra khas, termasuk Songket Palembang.
Parade Kebaya dan Wastra/Songket yang digelar di sepanjang Jembatan Ampera tersebut berlangsung meriah. Kegiatan ini menjadi salah satu alternatif hiburan akhir pekan yang dinanti masyarakat Kota Palembang, selain Car Free Day (CFD).
“Ini merupakan rangkaian yang sangat bagus sekali, selain sehat juga para peserta CFD yang berjalan santai mendapatkan hiburan dari peserta parade kebaya yang tampil,” kata Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa.
Parade ini turut dihadiri Hj. Lidyawati Cik Ujang, Ketua TP PKK Kota Palembang Dewi Sastrani Ratu Dewa, dan Ketua DWP Kota Palembang Royani Aprizal Hasyim.

Ketiganya juga ikut menjadi peserta parade kebaya. Dewi Sastrani menambahkan, kemeriahan acara yang dipusatkan di kawasan Jembatan Ampera dan sepanjang Jalan Sudirman diharapkan tetap menjaga kebersihan dan ketertiban agar kegiatan berjalan lancar.
“Pada minggu ini ada beberapa rangkaian acara yang dilaksanakan secara serentak seperti CFD, parade kebaya dalam rangka memperingati Hari Kebaya ke-3 dan rangkaian lainnya sehingga sangat ramai sekali,” ujarnya.
Ia juga menilai sinergitas antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kota Palembang dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata untuk menggerakkan perekonomian UMKM kecil khususnya.
UMKM Merasakan Dampak Positif. Selain pertunjukan busana, kegiatan ini juga diramaikan dengan sajian UMKM. Para pelaku usaha kecil mengaku merasakan manfaat dari ramainya pengunjung.Kodri (42), salah satu pedagang UMKM, mengaku senang bisa berjualan di momen tersebut.
“Berjualan di sini sudah berjalan beberapa minggu, alhamdulillah lancar, semua pedagang mendapatkan berkah dari kegiatan tersebut,” katanya.”Harapan saya semoga kegiatan ini terus dikembangkan dan semakin ramai diikuti oleh masyarakat Kota Palembang,” tutupnya.
Sementara Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumatera Selatan, Feby Herman Deru, hadir didampingi Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Sumsel, Lidyawati Cik Ujang, untuk memberikan dukungan langsung kepada para peserta.
Ribuan perempuan dari berbagai organisasi dan profesi di Sumatera Selatan tumpah ruah mengikuti parade tersebut. Kemeriahan semakin terasa saat para peserta menampilkan parade busana di atas ikon kebanggaan Sumatera Selatan, yakni Jembatan Ampera.
Parade ini diselenggarakan oleh DPD Perempuan Indonesia Maju (PIM) Sumatera Selatan dengan tujuan utama mempertahankan identitas lokal serta menjaga kelestarian wastra khas Sumatera Selatan, yaitu kain songket.
“Kegiatan ini luar biasa. Ini bukan hanya parade, tetapi juga bukti nyata cinta kita terhadap budaya dan wastra Sumatera Selatan. Dengan memakai songket bersama-sama, kita menjaga kelestariannya untuk generasi mendatang,” ujar Feby.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Apriadi, Ketua Kowani Nanik Hadi Tjahjanto, Ketua DPP Perempuan Indonesia Maju Lana T. Kuncoro, Ketua Perempuan Indonesia Maju Helen Ganefo, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumsel Desy Edward.
Melalui kegiatan ini, perempuan Sumatera Selatan menunjukkan komitmen yang kuat untuk terus melestarikan songket sebagai warisan budaya yang menjadi identitas sekaligus kebanggaan daerah. (nda)








