SUMSELHEADLINE.COM, SEKAYU – Perjalanan pulang Bupati Musi Banyuasin, HM Toha Tohet, SH menuju Kota Sekayu, Minggu (30/8/2026) mendadak terhenti. Usai menghadiri resepsi pernikahan di Kecamatan Sungai Keruh, orang nomor wahid di Bumi Serasan Sekate itu melihat kepulan asap di wilayah Sekayu.
Dia pun meminta sopir menghentikan kendaraan dan menuju sumber asap. Benar saja, ternyata ada kebakaran hutan dan lahan di di kawasan RT 12, pinggir jalan hingga masuk ke wilayah Dusun Lama RT 17 RW 6, Kelurahan Soak Baru, Kecamatan Sekayu.
Kebakaran yang diketahui mulai terjadi sekitar pukul 13.00 WIB itu langsung mendapat penanganan tim gabungan. Di lokasi, Bupati Toha didampingi Camat Sekayu Edi Heriyanto tampak berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba, TNI, Damkar, jajaran Kecamatan dan Kelurahan di Sekayu.
Bupati menegaskan, penanganan Karhutla tidak boleh dilakukan dengan menunggu keadaan membesar. Kecepatan respons dan kekompakan seluruh pihak menjadi kunci agar api segera dapat dikendalikan.
“Kita harus bergerak cepat dalam menangani Karhutla. Sinergi seluruh pihak sangat penting agar api dapat segera dikendalikan dan dampaknya tidak meluas,” tegas Toha di lokasi.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan yang sigap berada di lapangan untuk melakukan upaya pemadaman.
Ia menegaskan, kebakaran hutan dan lahan bukan hanya persoalan api yang membakar vegetasi. Dampaknya dapat mengancam kesehatan masyarakat, mengganggu aktivitas warga hingga menimbulkan kabut asap yang lebih luas.
“Pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari jaga lingkungan dan ciptakan Muba yang aman, sehat, dan nyaman,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Muba Marko Susanto, SSTP, MSi mengatakan, tim BPBD bersama unsur gabungan langsung melakukan upaya penanganan begitu mendapat informasi adanya kebakaran di wilayah Kelurahan Soak Baru.
Menurutnya, respons cepat di lapangan menjadi bagian penting dalam mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih luas.
“Tim gabungan langsung melakukan penanganan di lokasi. Kita terus berupaya agar api dapat dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah lainnya,” jelas Marko. (rya)











