Gebyar Indonesia Merdeka di Ampera, Ini Pesan Ratu Dewa

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Wali Kota Palembang Ratu Dewa secara resmi membuka Gebyar Indonesia Merdeka ke-81 Tahun 2026 di kawasan bawah Jembatan Ampera, Pasar 16 Ilir, Kota Palembang, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan yang digelar DPW PEKAT Indonesia Bersatu (PEKAT-IB) Sumatera Selatan itu menjadi ruang bagi masyarakat untuk merayakan kemerdekaan sekaligus memperkuat persatuan dan kebersamaan.

Wali Kota Palembang memberikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Gebyar Indonesia Merdeka dikemas melalui beragam kegiatan, mulai dari perlombaan, seni dan budaya, olahraga, permainan rakyat, bazaar UMKM hingga hiburan masyarakat.

Tulisan lainnya :   Sekolah Tetap Luring, Belajar Diundur Pukul 08.00

Rangkaian kegiatan tersebut dinilai menjadi bentuk perayaan kemerdekaan yang positif dan kreatif sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat dari berbagai lapisan untuk berpartisipasi.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia juga diharapkan tidak sekadar menjadi momentum mengenang perjuangan para pahlawan. Lebih dari itu, kemerdekaan menjadi kesempatan untuk memperkuat persatuan, kebersamaan, serta kerukunan di tengah masyarakat.

Seluruh rangkaian Gebyar Indonesia Merdeka ini diharapkan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Semangat kemerdekaan juga diarahkan untuk memperkuat nilai Bhinneka Tunggal Ika serta mendorong kebersamaan dalam membangun Kota Palembang yang semakin maju, nyaman dan sejahtera.

Tulisan lainnya :   Toha Perintahkan Penanganan Darurat Korban Longsor

Kepada para peserta, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap perlombaan. Esensi kegiatan tidak hanya terletak pada kemenangan, tetapi juga pada kesempatan untuk bersilaturahmi, bergembira dan memperkuat persaudaraan.

Dengan dibukanya Gebyar Indonesia Merdeka ke-81 Tahun 2026, kegiatan di kawasan bawah Ampera tersebut diharapkan berlangsung meriah sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap tanah air. (nda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *