Asap Kembali Tebal, Empat Penerbangan di SMB Palembang Terganggu

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Setelah pada Senin (19/20/2026) penerbangan di Bandara SMB II Palembang kembali normal karena membaiknya jarak pandang, namn pada Selasa (20/10/2026) pagi kembali mengalami gangguan.

Akibatnya, setidaknya ada empat penerbangan mengalami gangguan, akibat kabut asap. Jarak pandang sempat turun hingga 450 meter.

General Manager Angkasa Pura II Cabang Bandara Internasional SMB II Palembang, Ahmad Syaugi Shahab, mengatakan jarak pandang mulai membaik menjelang siang.

“Jarak pandang kemudian membaik menjelang siang hari ini hingga pukul 11.30 WIB jarak pandang mencapai 1.500 meter,” kata Syaugi Shahab.

Sebelumnya Gubernur Sumatera Selatan Dr.H Herman Deru mengikuti dialog secara langsung (live) di Metro TV terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seusai Rapat Koordinasi (Rakor) Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam).

Tulisan lainnya :   Fadli Zon: Perlunya Revitalisasi Museum AK Gani

Dalam dialog tersebut, Herman Deru memaparkan perkembangan terkini penanganan karhutla di Sumatera Selatan berdasarkan laporan per 18 Oktober 2026. Total luas lahan terdampak karhutla di Sumsel tercatat mencapai 355,29 hektare.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 235 hektare telah ditangani melalui operasi darat, dengan total luas lahan yang berhasil dipadamkan mencapai 261,7 hektare. Sementara itu, masih terdapat 92,4 hektare lahan yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

“Asap masih terdeteksi di sejumlah wilayah, tetapi jarak pandang berangsur membaik meskipun masih fluktuatif,” ujarnya.

Tulisan lainnya :   Cegah Potensi Banjir Palembang, Bersihkan Sampah di Saluran Air

Dia mengungkapkan bahwa sejak Kamis petang, Sumsel ditetapkan sebagai proyek percontohan (pilot project) penerapan teknologi dry ice atau es kering untuk mendukung penanganan karhutla.

Penerapan teknologi tersebut dinilai memberikan dampak signifikan. Sebanyak 800 kilogram dry ice ditebarkan dalam dua kali pelaksanaan, dengan fokus penanganan di Kota Palembang dan sekitarnya.

“Efek nyata penggunaan dry ice sudah memulihkan aktivitas masyarakat. Hari ini, sekolah telah menerapkan pembelajaran tatap muka,” jelasnya. (gih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *