SUMSELHEADLINE.COM, SEKAYU — Sudah tua dan rawan, Jembatan Air Baruge di Kecamatan Babat Toman, Musi Banyuasin akan dilakukan pergantian. Bupati Muba dan BBPJN Sumsel sepakat perkuat koordinasi ke warga agar proyek di jalur vital Sekayu-Lubuklinggau itu mulus tanpa hambatan.
Kepastian itu didapat usai Bupati Muba menerima Jajaran Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Sumatera Selatan, Senin (4/5/2026). Selain jembatan, 7 kilometer jalan rusak di ruas Mangun Jaya-Mura juga ditargetkan tuntas di tahun 2027.
Bupati Muba H. M. Toha Tohet, SH menegaskan pentingnya kolaborasi sejak awal. “Apa saja yang bisa kita kerjasama atau kolaborasikan untuk rencana penggantian jembatan ini,” ujarnya.
Ia memastikan Pemkab Muba akan turun langsung ke lapangan untuk melihat jembatan yang membentang Sungai Musi itu. “Setelah ini akan berkumpul dengan camat, kades dan masyarakat setempat untuk memberikan tahu serta mensosialisasikan tentang penggantian jembatan air baruga yang Berlokasi pada KM.172+600 Desa Beruge Kecamatan Babat Toman,” katanya.
Bupati berharap pembangunan berjalan tanpa gejolak. “Dengan kita berkoordinasi, mudah-mudahan pembangunan ini bisa dilakukan tanpa adanya konflik yang berlebih,” tegasnya.
Pendekatan ke warga jadi kunci. “Kita lakukan pendekatan agar masyarakat mengerti. Karena ini untuk kebaikan masyarakat sendiri. Pemkab Muba siap mendukung dan mensupport. Kita perkuat koordinasi untuk menyampaikan kepada masyarakat,” tambah Bupati.
Sementara itu, Kepala BBPJN Provinsi Sumsel Panji Krisna Wardana menyebut ruas tersebut jadi prioritas. “Ruas ini akan kita perbaiki. Semoga jalanan kembali mulus dan ini tentunya sudah menjadi prioritas kami,” ucap Panji.
Ia menjelaskan kondisi Jembatan Baruga sudah mendesak diganti. “Usia Jembatan Baruga sudah berumur. Ini menjadi konsen untuk dilakukan pergantian jembatan,” jelasnya.
Panji juga memaparkan kondisi jalan nasional di Muba. “Dari Mangun Jaya sampai ke batas Kabupaten Musi Rawas itu ada segmen sepanjang kurang lebih 43 kilometer. Dari 43 kilometer ini kemantapannya di 66 persen,” kata dia.
Lanjut Panji, 25 kilometer dalam kondisi baik dan 15 kilometer dalam kondisi rusak. “Dari 15 kilometer yang rusak tadi, 7 kilometer akan kita tuntaskan sampai dengan tahun 2027. Sisanya akan diselesaikan secara bertahap di tahun 2027 hingga 2029,” tutupnya. (rya)
Editor: Ferly














