Modus Bantu Masuk Polwan, Oknum Bripka Dilapor ke Propam

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Apa yang dilakukan oknum polisi propam Polda Sumsel yakni Bripka FJ benar- benar tidak patut dicontoh. Dengan modus mengaku bisa membantu masuk Polwan, dia melakukan penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp 820 juta, hingga akhirnya berujung dengan laporan ke Propam Polda Sumsel.

Menurut keterangan kuasa hukum korban, Herman Hamzah, SH, MH, kliennya yang bernama Suharta (41), warga Desa Singapura, Kecamatan Kikim Barat meminta bantuan kepada pelaku agar membantu anaknya yang ingin masuk Polwan.

Namun setelah lama ditunggu, ternyata anak korban tidak kunjung diterima sebagai anggota Polwan, seperti yang dijanjikan. “Jangankan diterima jadi anggota Polwan, didaftarkan untuk masuk anggota Polri oleh pelaku pun tidak. Sementara pelaku berjanji bahwa mulai dari pendaftaran hingga diterima menjadi anggota Polwan adalah tanggung jawab pelaku dan pelaku meminta uang sebesar Rp 820 juta tersebut,” ujarnya, Jumat (20/2/2026)

Tulisan lainnya :   Pemkab Muba Terus Kawal Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera

Dikatakan Herman Hamzah, akibat dari kejadian tersebut pihaknya telah melaporkan pelaku ke Yanduan Propam Polda Sumsel hingga dilakukan sidang kode etik dan pelaku terancam dipecat sebagai anggota kepolisian. Namun pelaku memohon kepada kliennya untuk berdamai dan berjanji akan mengembalikan seluruh uang korban.

“Uang tersebut dikembalikan pelaku sebesar Rp 500 juta rupiah dan sisanya Rp 320 juta pelaku berjanji akan mengembalikan pada bulan Desember 2025, dengan menjaminkan satu unit rumah di Lampung. Namun sampai pada hari yang ditentukan, pelaku tidak juga mengembalikan uang korban namun janji tinggalah janji, dan juga saat kami cek ke Lampung, ternyata pelaku hanya memiliki kuasa jual terhadap rumah tersebut, jadi rumah tersebut bukanlah rumah pelaku. Kuat dugaan jaminan rumah tersebut telah berpindah tangan walau di dalam point kesepakatan obyek tersebut menjadi jaminan antara pelaku dengan klien kami,” jelasnya.

Tulisan lainnya :   Kantor Walikota Palembang Siap-siap Bakal Dilego

Kuasa hukum korban juga mengatakan, pihaknya telah memberikan somasi terhadap pelaku, namun pelaku tidak menunjukan itikad baiknya untuk mengembalikan uang kliennya.

“Selain somasi, kami juga melaporkan korban untuk kedua kalinya ke Yanduan Propam secara Online melalui Polda Sumsel dan dalam proses pelaporan” imbuhnya.

Dikatakan Herman Hamzah, pihaknya berharap dengan adanya laporan ke Yanduan Mabes Polri melalui Propam Polda Sumsel, pelaku dapat diberikan sanksi yang sesuai dengan perbuatannya.

“Kami sudah memberikan kesempatan kepada pelaku, namun tidak diindahkan, jadi jangan salahkan kami, apabila kami mengambil tindakan tegas seperti ini, kami hanya meminta hak klien kami yakni uang sebesar Rp 320 juta dikembalikan, itu saja,” pungkasnya. (ela)

Editor: Ferly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *