Ajakan Pemkab Muba untuk cegah DBD
Gedung mess 7 lantai UIN Raden Fatah Palembang ternyata banyak dikeluhkan oleh warga sekitar gedung Jalan Lebak Rejo, Kecamatan Kemuning, Palembang, Selasa (28/5/2024), Foto: Sumselheadline/Ela.
Gedung mess 7 lantai UIN Raden Fatah Palembang ternyata banyak dikeluhkan oleh warga sekitar gedung Jalan Lebak Rejo, Kecamatan Kemuning, Palembang, Selasa (28/5/2024), Foto: Sumselheadline/Ela.

Warga Sebut Guess House UIN Raden Fatah Potensi Roboh

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Pembangunan gedung mess 7 lantai UIN Raden Fatah Palembang, ternyata banyak dikeluhkan oleh warga sekitar gedung di Jalan Lebak Rejo, Kecamatan Kemuning Kota Palembang. Selain itu pembangunan gedung tersebut disinyalir telah dikorupsi ratusan juta rupiah.

Gedung yang dinamai Guess House ini banyak dikeluhkan warga, khususnya dampak lingkungan setelah selesai dibangun sejak tahun 2022 silam. Di antaranya dikeluhkan oleh seorang warga bernama Herman (52), warga RT 14 Jalan Lebah Rejo persisnya di samping gedung ‘Guess House, bahwa’ selama pembangunannya sangat banyak dikeluhkan warga.

“Mulanya gedung mess 7 lantai yang berdiri persis di samping rumahnya merupakan lahan kosong milik  Kemenkeu,” ujar Herman, Selasa (28/5/2024). Dampak dari pembangunan gedung, kata Herman, pada saat awal pembangunannya sudah merobohkan dinding rumahnya meski pada akhirnya diperbaiki lagi oleh pihak pelaksana proyek.

“Ini dulu pada saat awal pembangunan, dinding rumah saya sampai roboh, tidak diganti rugi. Namun diperbaiki saja oleh kontraktornya,” ungkap Herman. Dari kacamatanya, selama pembangunan gedung ia menilai dikerjakan secara asal-asalan saja, yang mana ada sebuah pagar tembok bangunan dikerjakan tidak sesuai prosedur.

Tulisan lainnya :   Optimis Raih Kabupaten Sehat, Ini yang Telah Dilakukan Pemkab Muba

“Tembok pagar yang berdiri tepat di samping rumah, kata Herman, tidak menggunakan pondasi layaknya membangun tembok, hanya tertempel di tanah,” imbuhnya.

Bukan hanya itu saja, struktur gedung 7 lantai saat fisiknya sudah jadi, justru terlihat miring sebelum dipercantik dengan ornamen-ornamen warna biru dan abu-abu khas UIN Raden Fatah Palembang.

“Kami khawatir gedung ini sewaktu-waktu akan roboh hingga menimpa rumah-rumah warga, kami juga setiap harinya was-was. Jadi pembangunan gedung ini sangat meresahkan masyarakat, tidak ada manfaatnya bagi warga sekitar, malah terancam teror bakal roboh,” tukasnya.

Senada juga diungkap warga lainnya, sejak dibangunnya gedung mess 7 lantai tersebut dampak lingkungan seperti banjir kerap melanda warga sekitar saat musim penghujan tiba. “Kalau hujan tiba bisa dipastikan perumahan warga berdampak banjir. Sebab katanyam pembangunan gedung tidak disertai dengan pembangunan saluran air yang baik dari pihak kontraktor proyek.

Ia pun menunjukkan saluran irigasi air didepan gedung yang dibuat seadanya, dengan lebar dan kedalaman saluran irigasi tidak kurang dari 30 cm. “Jadi kalau hujan otomatis air hujan tidak bisa ditampung oleh saluran irigasi tersebut hingga meluber kejalan dan masuk kerumah warga,” ungkapnya.

Tulisan lainnya :   Mengaku Sering Diolok-olok, Tomi Bunuh Romansyah

Belum lagi, lanjutnya pembangunan gedung mess 7 lantai UIN Raden Fatah Palembang tersebut pernah mangkrak cukup lama karena masalah pembayaran upah pekerja yang tidak dibayarkan oleh pihak kontraktor.

Dari pantauan, gedung yang diperkirakan sudah selesai 90 persen ini nampak sepi, tidak ada satupun petugas keamanan yang menjaganya. Lokasi gedung berdiri pun ditengah-tengah pemukiman warga dan berdampingan dengan anak sungai sekip bendung.

Sebelumnya, penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan mess UIN Raden Fatah Palembang tahun 2022, akhirnya tim penyidik Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang menahan satu orang tersangka.

Adalah Direktur PT Cahaya Sriwijaya Abadi bernama Doni Prayatna, kontraktor pembangunan Mess UIN Raden Fatah Palembang ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Pidsus Kejari Palembang. (Ela)

Editor: Ferly

Check Also

Pj Walikota Palembang, A Damenta meninjau anak sungai di 11 Ulu, Jumat (12/7/2024). Foto: Kominfo Palembang.

Tinjau Pemberssihan Sungai, Walikota Imbau Warga Peduli Lingkungan

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Pj Walikota Palembang, Dr A Damenta, Mag.rer.publ, CGCAE kembali meninjau pelaksanaan gotong …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *