Ajakan Pemkab Muba untuk cegah DBD
Ilustras kursi bupati. Foto: IST/internet.
Ilustras kursi bupati. Foto: IST/internet.

Warga Muba Cerdas, Calonkada tak Pernah Terlibat Kasus Korupsi

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Jelang tahapan pemilihan kepala daerah serentak pada 27 November 2024 mendatang, masyarakat diminta cerdas dalam menentukan hak pilih. Menurut pengamat politik Sumsel, Bagindo Togar, beberapa syarat calon kepala daerah yang tak boleh dikompromikan, termasuk di Kabupaten Muba.

Salah satus yarat yang tak boleh dikompromi adalah agar calon yang dipilih tidak pernah tersandung kasus hukum, apalagi kasus korupsi. “Di antaranya tersandung masalah hukum dalam tindak pidana terorisme, narkoba, asusila, dan korupsi,” tegasnya.

Dikatakan, para bakal calon yang berasal dari ASN dan non-ASN mulai mempersiapkan diri, dengan persyaratan yang berbeda. ASN, khususnya para Pj Kepala Daerah, diwajibkan untuk mundur selama lamanya pada akhir bulan Mei 2024 ini.

Tulisan lainnya :   Bawa Kasus All England ke Arbitrase Olahraga

“Sedangkan Non-ASN pendaftaran terakhir di awal Agustus 2024. Begitu pula bagi Kabupaten Musi Banyuasin, dinamika mulai terasa,” tuturnya. Lanjutnya, daerah yang berpenduduk sekitar 660 ribu yang tersebar dalam 15 Kecamatan tersebut, dimana dalam tempo 2 tahun terakhir perkembangannya cukup terukur, dan beragam program relatif dirasakan manfaat secara masif diterima masyarakat.

“Tentu saja semua deskripsi di atas menjadi preferensi warga di sana untuk menentukan pemimpin pemerintahan daerahnya untuk lima tahun ke depan. Sehingga keberlanjutan pembangunan semakin nyata keberadaan, juga kemajuannya,” urainya.

Direktur Eksekutif Forum Demokrasi Sriwijaya (FORDES) itu menuturkan, apalagi publik di daerah tesebut telah cukup cerdas, peka, serta bijak dalam menentukan pilihannya. “Dan takkan tergoda oleh angka-angka rupiah yang tak seberapa, tetapi hak politik tergadai dalam waktu yang cukup lama,” imbuhnya.

Tulisan lainnya :   Baru Setahun Terapkan Srikandi, Muba Peringkat Tujuh Nasional

Disisi lain, lanjut Bagindo, saatnya masyarakat di Bumi Serasan Sekate lebih ekstra hati-hati dalam menentukan pilihannya pada 27 November nanti. Pelajari dengan seksama fortopolio, karakteristik, maupun kontribusinya bagi daerah yang sarat potensi kekayaan alam juga SDM-nya.

“Artinya jangan menganut “sistem coba coba” untuk menentukan pemimpin Muba, paling tidak untuk lima tahun ke depan,” tandasnya. (rya)

Editor: Ferly

Check Also

Pj Walikota Palembang, A Damenta meninjau anak sungai di 11 Ulu, Jumat (12/7/2024). Foto: Kominfo Palembang.

Tinjau Pemberssihan Sungai, Walikota Imbau Warga Peduli Lingkungan

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Pj Walikota Palembang, Dr A Damenta, Mag.rer.publ, CGCAE kembali meninjau pelaksanaan gotong …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *