Jemaah Kloter 1 Tiba Palembang, Dua Meninggal di Mekkah

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG –– Sebanyak 357 jemaah haji kloter 1 Debarkasi Palembang tiba di Kota Palembang dengan menggunakan Saudi Airline, Kamis, (6/7/2023) pukul 22.21 WIB.

Karena mereka merupakan kloter yang pertama diberangkatkan ke tanah suci, banyak kesempatan para jemaah melaksanakan ibadah sunnah.

Ketua Kloter 1, Susi Irwan Sastro mengatakan, kloter 1 merupakan jemaah asal Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan (Sumsel). Saat berangkat dari OKU Timur, total jemaah yang berangkat berjumlah 360 orang.

Namun satu orang meninggal di embarkasi atas nama Turiyah (71). Dua orang meninggal di Mekkah atas nama Repen Reso Pawiro (85) pada 23 Juni dan Sayuti Gemulung (68) pada 3 Juli.

“Alhamdulillah jamaah kloter 1 dapat menjalani rangkaian ibadah haji di Tanah Suci dengan baik. Termasuk pelaksanaan ibadah sunnah Arbain di Masjid Nabawi,” kata Susi Irwan Sastro.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Sumsel, H Armet Dachil mengatakan, hingga saat ini total jamaah Debarkasi Palembang yang meninggal di Tanah Suci berjumlah 23 orang dengan rincian 19 orang dari Sumsel dan empat orang dari Bangka Belitung.

Tulisan lainnya :   Daerah Terpencil (Baru) Harus Dapat Perhatian Prioritas

“Kami turut berduka. Insya Allah jemaah yang meninggal semuanya husnul khotimah karena sedang menjalankan ibadah haji,” katanya.

Sementara itu, jemaah haji yang baru tiba di Bandar Internasional SMB II Palembang, dibawa menggunakan delapan bus ke asrama haji.

Selain itu disiapkan juga satu bus, tiga ambulan, dan dua minibus untuk mengangkut jemaah sakit, disabilitas, dan lansia.

Saat tiba di asrama haji, para jemaah diarahkan ke aula untuk menjalani pemeriksaan kesehatan menggunakan thermal scanner.

Pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi suspek Covid-19 dan Influenza Like Illness (ILI).

Jemaah yang memenuhi kriteria suhu 38 derajat celcius atau lebih disertai batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan sesak nafas, maka dilakukan pemeriksaan RDT Antigen dan Swab PCR.

Tulisan lainnya :   Lepas Jemaah Haji, Gubernur Sumsel Pesan Ini

Bagi jemaah yang dinyatakan sehat bisa langsung kembali ke daerahnya masing-masing.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Palembang Emmilya Rosa menjelaskan, jemaah yang baru datang dari Arab Saudi diberikan Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah Haji (K3JH).

Jemaah akan dipantau selama 14 hari oleh dinas kesehatan masing-masing. Apabila selama pemantauan ada gangguan kesehatan, jemaah diminta melapor ke fasilitas kesehatan terdekat seperti Puskesmas dengan membawa K3JH.

Apabila dalam kurun waktu 14 hari, gejala penyakit tidak muncul, jemaah diminta untuk menyerahkan K3JH ke Puskesmas terdekat.

“Di debarkasi kita juga menerima kalau ada jemaah yang ingin memeriksakan diri. Kita sudah siapkan poliklinik dan siap memberikan pelayanan maksimal,” katanya. (Nda)

Editor : Edi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *