Ajakan Pemkab Muba untuk cegah DBD

Menista Agama Terkait Puasa dan Nabi, Jozeph Zhang Diburu Polisi

SUMSELHEADLINE.COM–Dugaan kasus penistaan agama kembali terjadi. Bila tiga tahun lalu Ahok, mantan Gubernur DKI Jakarta dipenjara karena menista agama Islam, kini giliran Jozeph Paul Zhang, diduga keras menista agama. Pria ini mendadak viral di media sosial usai diduga menista agama dan Nabi Muhammad SAW. Kini pihak kepolisian tengah memburu yang bersangkutan.

Perkataan penistaan itu disampaikannya dalam sebuah forum diskusi via Zoom yang juga ditayangkan di akun YouTube pribadinya. Awalnya, Jozeph Paul Zhang membuka forum Zoom bertajuk ‘Puasa Lalim Islam’ dengan menyapa peserta yang ada di beberapa belahan dunia.

“Shalom yang ada di Afrika, di Rusia, Amerika, Kanada, ya Amerika sudah masuk. Yang ada di New Zealand, Australia, shalom semua, rahayu. Yang ada di Kamboja. Juga di Thailand, Korea luar biasa ya rombongan para nabi internasional. Tadi yang dari Kamboja mau daftar nomor 29. Saya suruh ambil nomor antrean dulu di Munchen,” ujar Jozeph Paul Zhang seperti di di akun YouTube Jozeph Paul Zhang, Sabtu (17/4/2021).

Setelah menyapa para peserta, Jozeph Paul Zhang lalu memulai Zoom dengan membahas terkait ‘puasa lalim Islam’. “Tema kita hari ini puasa lalim Islam. Luar biasa, lu yang puasa gua yang laper! Ha-ha-ha…. Gubrak gubrak. Password seperti biasa ya, buka jus jus jus gubrak gubrak gubrak olala bebe. Serius hari ini ya lu yang puasa gua yang laper, nggak bener lu,” katanya.

Tulisan lainnya :   Bakar Pacarnya, Oknum Pecatan Polisi Divonis 20 Tahun Penjara

Pernyataan panjang lebar Joseph itu lantas dikomentari beberapa peserta terkait puasa. Hingga kemudian Jozeph Paul Zhang mengaku merasa tidak nyaman dengan adanya bulan puasa dan menyebut suasana menjelang Idul Fitri sebagai sesuatu yang mengerikan. “Tapi dari dulu saya kalau lagi bulan puasa itu adalah bulan-bulan paling tidak nyaman. Apalagi kalau deket-deket Idul Fitri. ‘Dung… dung… breng… dung… dung… breng… Sarimin pergi ke pasar… dung dung… breng…. Wah itu tuh udah paling mengerikan. Itu horor banget,” katanya.

Saat inilah Ia lalu tiba-tiba mengungkap telah membuat video sayembara. Ia menantang orang-orang untuk melaporkannya ke polisi karena penistaan agama dengan mengaku sebagai nabi ke-26. “Gua kasih sayembara. Gua udah bikin video. Saya udah bikin video tantangan. Yang bisa laporin gua ke polisi gua kasih uang yang bisa laporin gua ke polisi penistaan agama, nih gua nih nabi ke-26, Jozeph Paul Zhang. Meluruskan kesesatan ajaran…..,” tuturnya.

Jozeph Paul Zhang menantang minimal ada 5 laporan polisi di polres berbeda. Jozeph Paul Zhang akan menghadiahi orang yang melaporkannya Rp 1 juta. “Kalau Anda bisa bikin laporan polisi atas nama penistaan agama, gua kasih 1 laporan Rp 1 juta. Maksimal lima laporan. Supaya nggak bilang gua ngibul kan jadi kan Rp 5 juta. Di wilayah polres yang berbeda. Saya kasih 1 laporan Rp 1 juta. Jadi lima laporan Rp 5 juta. Sabar ya. Klub nabi ke-16, lu pake kaus lu disambit orang lu, wah ini dia klub penista agama,” tuturnya.

Tulisan lainnya :   Keterbatasan Dana, KONI Sumsel Prioritas Peningkatan Prestasi Atlet

Menanggapi hal tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengaku pihaknya tengah menyelidiki persoalan tersebet. Jozeph Paul Zhang kini diburu oleh polisi.

“Sedang kami selidiki,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, seperti dikutif dari detikcom.  Jozeph Paul Zhang dilaporkan ke Bareskrim atas Laporan Polisi Nomor LP/B/0253/IV/2021/Bareskrim tanggal 17 April 2021.

Listyo Sigit mengatakan, menurut informasi Kantor Imigrasi Kelas I Soekarno Hatta berdasarkan Travel document no B6622531, Jozeph Paul Zhang tidak lagi berada di Indonesia. Dia tercatat meninggalkan Indonesia menuju Hong Kong sejak tanggal 11 Januari 2018. Menurut informasi yang didapat sumber yang pernah menjabat Ketua RT, Jozeph Paul Zhang dikenal sebagai Shindy Paul. Lima tahun silam dia bersama istrinya pernah tinggal di sebuah rumah di Kota Salatiga, Jawa Tengah, dengan status mengontrak. Dia dikenal memiliki usaha komputer.

Kabareskrim Komjen Agus Andrianto juga menyampaikan hal serupa. Dia memastikan pihaknya akan bergerak mencari keberadaan Jozeph Paul Zhang. “Subdit 1 Dittipisiber akan melakukan monitoring dan bekerja sama dengan pihak Imigrasi untuk mengetahui keberadaan tersangka,” ujar Komjen Agus, seperti dikutif detik.com. (SH)

Check Also

Pj Walikota Palembang, Ratu Dewa saat usai melantik para Ketua RT dan RW, Selasa (18/6/2024). Foto: Kominfo Palembang.

Insentif RT-RW di Palembang Bakal Naik

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Dengan capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup tinggi, Penjabat Walikota Palembang, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *