Sumsel Tiga Nasional Kategori Kegemaran Membaca

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG – Konsistensi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam memperkuat budaya baca dan kecakapan literasi di bawah kepemimpinan Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru, mendapat apresiasi dari Deputi II Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Dr. Adin Bondar Pasaribu.

Apresiasi tersebut disampaikan Adin saat menghadiri pembukaan Festival Literasi Sumsel Tahun 2026 yang dibuka langsung oleh Gubernur Sumsel Herman Deru, didampingi Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang, di Ballroom The Sultan Convention Center, Sabtu (5/9) pagi.

Menurut Adin, konsistensi Sumatera Selatan dalam penguatan budaya baca dan kecakapan literasi tergambar dari berbagai capaian dan penghargaan yang berhasil diraih.

Salah satunya, Sumsel berhasil menempati peringkat ketiga nasional untuk kategori Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).

Selain itu, Sumatera Selatan juga baru-baru ini meraih penghargaan Financial Literacy Award (FLQ) 2026 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai program literasi keuangan terbaik tingkat provinsi.

“Kami sangat mengapresiasi Provinsi Sumatera Selatan yang begitu konsisten dalam penguatan budaya baca dan kecakapan literasi. Terima kasih kepada Pak Gubernur dan jajaran,” tegas Adin.

Tulisan lainnya :   Tata Kelola Sumur Minyak Rakyat Kini Miliki Kepastian Hukum

Dalam sambutannya, Adin mengatakan bahwa kecakapan literasi masyarakat memiliki korelasi yang sangat erat dengan distribusi pendapatan dan kondisi ekonomi masyarakat. Penguatan budaya baca dan kecakapan literasi dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, literasi merupakan fondasi fundamental dalam pembangunan. Masyarakat yang memiliki budaya baca dan kecakapan literasi yang baik akan lebih mampu mengembangkan kreativitas, inovasi, serta produktivitas. Karena itu, penguatan literasi menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sekaligus membantu masyarakat keluar dari berbagai persoalan kemiskinan.

Disebutkan pula bahwa berbagai persoalan pembangunan, seperti masih tingginya angka kemiskinan, stunting, dan rendahnya produktivitas, salah satunya berkaitan dengan lemahnya budaya baca dan kecakapan literasi masyarakat. Kondisi tersebut dapat menghambat terjadinya transformasi pembangunan.

Karena itu, pembangunan budaya baca dan penguatan kecakapan literasi harus menjadi perhatian bersama. Dengan masyarakat yang semakin literat, diharapkan lahir sumber daya manusia yang kreatif, inovatif, produktif, dan mampu berkontribusi terhadap kemajuan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tulisan lainnya :   Muba Siapkan Agenda Nasional Hilirisasi Kelapa Sawit

Pengalaman sejumlah negara maju juga menunjukkan bahwa penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan literasi menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong kemajuan berbagai sektor pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Herman Deru: Literasi Bukan Sekadar Baca dan Tulis

Sementara itu, Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru menegaskan bahwa makna literasi tidak boleh dipahami secara sempit hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis. Menurutnya, literasi harus dimaknai secara lebih luas sebagai kemampuan setiap individu dalam memahami, mengolah, menyaring, dan memanfaatkan informasi sehingga dapat terus mengembangkan wawasan dan pengetahuan.

“Kalau kita hanya berpedoman bahwa literasi itu membaca dan menulis, maka kita akan menjadi sempit. Tetapi bagaimana literasi ini kita jadikan cara kita untuk mengolah informasi, maka dengan sendirinya wawasan kita akan berkembang,” ujar Herman Deru.

Karena itu, gubernur meminta seluruh pihak yang memiliki peran dalam gerakan literasi, termasuk Bunda Literasi, Duta Literasi, maupun Bapak Literasi, agar mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. (gih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *