SIGAPKE Muba Diluncurkan, Pelayanan Kesehatan Tanpa Diskriminasi

SUMSELHEADLINE.COM, SEKAYU – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terus mendorong penguatan pelayanan kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga pencegahan.

Hal itu ditandai dengan peluncuran SIGAPKE MUBA (Sistem Integrasi Gerakan dan Aplikasi Pelaporan Kesehatan Muba) yang diinisiasi Dinas Kesehatan Muba, Kamis (1/10/2026).

Peluncuran inovasi tersebut dilakukan Bupati Muba H M Toha Tohet, SH bersama Wakil Bupati Muba Kyai Abdur Rohman Husen dalam Rapat Koordinasi Bidang Kesehatan Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2026 di Opproom Pemkab Muba.

Rakor mengusung tema “Penguatan Koordinasi Lintas Program dan Lintas Sektor dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan dan Derajat Kesehatan Masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin” dan diikuti jajaran Dinas Kesehatan, direktur tiga RSUD, dokter, perawat, tenaga kesehatan, TP PKK serta DWP Muba.

Bupati Muba H M Toha Tohet SH mengapresiasi kinerja Dinas Kesehatan Muba yang terus menghadirkan inovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Apresiasi juga disampaikan kepada seluruh tenaga kesehatan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan hingga ke tengah masyarakat.

Tulisan lainnya :   PLN Harus Siap Hadapi Dampak Karhutla

“Terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin. Saya mengapresiasi apa yang sudah dilakukan dan berbagai capaian yang telah diraih Dinas Kesehatan,” katanya.

Menurut Toha, capaian tersebut harus menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan pelayanan. Ia berpesan agar seluruh tenaga kesehatan memberikan pelayanan secara adil dan tidak membeda-bedakan masyarakat berdasarkan asal-usul maupun kondisi ekonomi.

“Dalam memberikan pelayanan jangan pilih-pilih. Semua masyarakat mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Jangan memandang asal-usul maupun sisi ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Muba H Ardiansyah SE MM PhD CMA yang juga Plt Kepala Dinas Kesehatan Muba mengatakan SIGAPKE MUBA melengkapi sejumlah inovasi pelayanan kesehatan yang telah dikembangkan Dinkes Muba.

Di antaranya Program Banak Mude (Bayi Aman, Mama UHC Pulang Dapat Akte), BASANAK (Bantuan Sayang Anak), ePus PADEK, eDinkes, GASKEN (Gerakan ASN Sehat melalui Pemeriksaan Kesehatan Gratis), serta pelayanan kesehatan yang turun langsung ke masyarakat.

Tulisan lainnya :   2.300 UMKM Muba Akan Terima Hibah PKM

“Melalui rakor ini kami ingin memetakan persoalan yang dihadapi di lapangan, sehingga koordinasi dari tingkat kabupaten hingga desa dapat semakin baik dan pelayanan kepada masyarakat terus meningkat,” kata Ardiansyah.

Ardiansyah menyebutkan, pelayanan kesehatan Muba didukung tiga RSUD, 30 puskesmas, satu Labkesmas, 131 Pustu, 306 Poskesdes, empat Poskeskel dan 514 Posyandu dengan total 4.312 pegawai atau tenaga kesehatan. Pada periode Juni 2025-Juli 2026, Dinkes Muba juga menerima sembilan penghargaan tingkat Provinsi Sumatera Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati menyerahkan secara simbolis bantuan Program BASANAK berupa susu bagi ibu hamil dan balita, hadiah doorprize bagi tenaga kesehatan, serta dilaksanakan juga penyerahan penghargaan dari Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sekayu Susiana kepada Plt Kepala Dinas Kesehatan Muba.

Kegiatan turut dihadiri Kasat Binmas Polres Muba AKP Ade Nurdin SH, Jaksa Kejari Muba Ary Anugerah Permana SH, para kepala perangkat daerah serta tenaga kesehatan di lingkungan Pemkab Muba. (rya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *