Ponpes Harus Lahirkan Generasi Berilmu dan Berakhlak

SUMSELHEADLINE.COM, BABAT SUPAT – Wakil Bupati Musi Banyuasin (Muba) Kyai Abdur Rohman Husen menghadiri Haflah Khotmil Qur’an ke-XII sekaligus peringatan Hari Santri Nasional Zona 4 Kabupaten Muba di Pondok Pesantren Annur, Desa Gajah Mati, Kecamatan Babat Supat, Kamis (22/10/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus mengingatkan kembali peran santri dalam membangun bangsa.

Kehadiran Wabup disambut antusias oleh masyarakat dan keluarga besar Pondok Pesantren Annur. Suasana kebersamaan dalam kegiatan tersebut mencerminkan kedekatan masyarakat dengan lingkungan pesantren yang selama ini menjadi tempat menimba ilmu agama, membentuk karakter, serta menanamkan nilai-nilai akhlak kepada generasi muda.

Dalam sambutannya, Kyai Abdur Rohman Husen menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, Haflah Khotmil Qur’an tidak semestinya berhenti pada seremoni menandai selesainya membaca Al-Qur’an, tetapi menjadi awal untuk semakin dekat dengan kitab suci, memahami maknanya, dan menerapkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.

Tulisan lainnya :   Pendopo Sekayu Jadi "Stadion Mini", Bupati Nobar Piala Dunia

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan yang penuh berkah ini. Semoga kecintaan kita terhadap Al-Qur’an terus tumbuh, tidak hanya melalui bacaan, tetapi juga tercermin dalam perilaku dan kehidupan sehari-hari,” ujar Wabup.

Ia juga menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri Nasional merupakan pengingat atas kontribusi besar santri dan ulama dalam perjalanan sejarah bangsa. Karena itu, santri diharapkan mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama, menjaga akhlak, serta menumbuhkan semangat cinta tanah air.

Kepada para santri, Wabup berpesan agar terus bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, menghormati guru dan orang tua, serta menjaga perilaku dalam pergaulan.

Bekal ilmu pengetahuan dan agama, menurutnya, menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi penerus yang mampu membanggakan keluarga, masyarakat, dan Kabupaten Musi Banyuasin.

Tulisan lainnya :   Produksi Film "Lenget The Movie", Dorong Pelestarian Budaya Daerah

“Santri harus tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, dan memiliki semangat cinta tanah air. Teruslah belajar, hormati guru dan orang tua, serta jadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan,” katanya.

Lebih lanjut, Kyai Abdur Rohman menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Muba mendukung pembangunan sumber daya manusia yang religius dan berkualitas.

Sinergi antara pemerintah, ulama, pesantren, dan masyarakat dinilai penting agar pendidikan keagamaan berjalan seiring dengan pembentukan karakter serta kemajuan daerah.

Ia berharap Haflah Khotmil Qur’an ke-XII dan peringatan Hari Santri Nasional Zona 4 ini membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat serta melahirkan generasi Qur’ani yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Musi Banyuasin. (rya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *