OMC Salah Satu Upaya Padamkan Karhutla

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Atas instruksi Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru bersama Wakil Gubernur H. Cik Ujang, penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumsel terus dilakukan melalui operasi darat, pemadaman udara, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) berupa penyemaian awan denan NaCl. Dengan harapan mempercepat turun hujan.

Hingga 24 Oktober 2026, estimasi luas lahan terbakar mencapai 814,51 hektare, dengan 623,01 hektare atau 76,49 persen telah berhasil dipadamkan. Sementara itu, jumlah titik panas tercatat sebanyak 823 titik, turun 43,3 persen dibandingkan hari sebelumnya.

Tulisan lainnya :   HD Dorong SMA Negeri Ketapat Bening Menjadi Role Model

Upaya penanganan terus diperkuat melalui penyemaian dry ice untuk membantu mengurai kabut asap, penyemaian awan menggunakan NaCl untuk mendukung pembentukan hujan, serta pemadaman melalui helikopter water bombing dan Satgas darat, terutama di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Berdasarkan laporan terbaru Pusdalops BPBD Provinsi Sumatera Selatan, tercatat 823 titik hotspot dalam 24 jam terakhir hingga pukul 05.00 WIB. Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 751 titik.

Tulisan lainnya :   Herman Deru Ingatkan Tantangan Berbeda Isi Kemerdekaan

Sementara itu, pemantauan kualitas udara menunjukkan kondisi yang bervariasi di sejumlah kabupaten/kota. Penanganan karhutla terus menjadi perhatian, disertai pemantauan hotspot, patroli, pemadaman darat, serta dukungan operasi udara sesuai kondisi di lapangan.

Mari bersama meningkatkan kewaspadaan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, dan segera melaporkan jika menemukan titik api. (gih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *