Kurangi Asap, Sumsel Pilot Project Teknologi Dry Ice

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) resmi ditunjuk sebagai wilayah percontohan (pilot project) implementasi teknologi dry ice (es kering) hasil inisiasi BMKG yang bekerja sama dengan BNPB.

Inovasi modifikasi cuaca tersebut telah memperoleh restu dan persetujuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah terobosan mengurai kepulan kabut asap pekat.

Gubernur Sumsel Herman Deru menyampaikan penetapan ini saat meninjau dan bermalam di Posko Karhutla Desa Jungkal, Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Meski luas kebakaran fisik aktif di lapangan berhasil ditekan hingga tersisa 6,9 hektare, partikel asap sisa pembakaran yang terbawa angin masih memicu fluktuasi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) ke level berbahaya bagi warga.

Teknologi dry ice (es kering berbahan karbon dioksida) untuk mengatasi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ada pun cara kerja Dry Ice
  • Membongkar Lapisan Inversi: Dry ice digunakan untuk merusak lapisan inversi di atmosfer. Kondisi saat suhu udara naik seiring ketinggian yang membuat asap karhutla terjebak dan menumpuk di suatu wilayah. 
  • Mengalirkan Asap: Dengan menghilangkan hambatan tersebut, asap yang terperangkap diharapkan bisa terdorong keluar mengikuti arah angin. 
  • Memicu Pertumbuhan Awan: Metode ini juga membantu meningkatkan kelembaban di lapisan atas sehingga peluang terbentuknya awan hujan menjadi lebih besar.

Teknologi ini merukan hasil adopsi atau kerjasama dengan Thailand, yang diusulkan untuk diterpakan di daerah prioritas daerah Palembang (kawasan bandara) dan Kabupaten OKI. (gih)

Tulisan lainnya :   Bermalam di Posko Karhutla, HD Pesan Utamakan Keselamatan Petugas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *