Koalisi Ormas Sumsel, Perkuat Sinergi Masyarakat dan Pemerintah

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menyambut positif terbentuknya Koalisi Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Sumsel.

Kehadiran koalisi tersebut diharapkan menjadi wadah pemersatu sekaligus jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga persatuan serta kondusivitas daerah.

Hal tersebut disampaikan Herman Deru saat menerima audiensi Ketua Umum Koalisi Ormas Sumsel, Yusuf Malaya, bersama perwakilan sejumlah organisasi masyarakat di Ruang Rapat Gubernur, Kamis (5/11/2026).

Koalisi Ormas Sumsel tersebut rencananya akan dideklarasikan pada 9 November mendatang. Menurut Herman Deru, kehadiran koalisi tersebut merupakan gagasan positif yang dapat menjadi kekuatan tambahan bagi pemerintah dalam membangun Sumsel yang aman, damai, dan kondusif.

“Ini tentu sangat menarik bagi pemerintah. Kehadiran koalisi ini bisa menjadi bagian dari organ tambahan pemerintah, sebagai jembatan masyarakat untuk bersama-sama menjadikan Sumsel lebih kondusif,” ujar Herman Deru.

Ia mengatakan, Sumsel selama ini dikenal sebagai daerah yang memiliki citra baik dengan predikat zero conflict. Namun, predikat tersebut bukan sesuatu yang mudah dipertahankan sehingga membutuhkan keterlibatan dan komitmen seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan.

Karena itu, Herman Deru menilai terbentuknya Koalisi Ormas Sumsel menjadi langkah strategis untuk memperkuat kebersamaan di tengah keberagaman organisasi yang memiliki latar belakang, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART), serta karakter keanggotaan masing-masing.

Menurutnya, koalisi tersebut dapat menjadi payung bersama bagi berbagai organisasi masyarakat.

Tulisan lainnya :   Maraknya Alih Fungsi Lahan di Pagaralam, Ini Saran Alfrenzi

“Ide besar ini tentu membuat pemerintah bahagia. Selama ini masing-masing organisasi memiliki perbedaan, termasuk AD/ART dan karakter anggotanya. Namun, dengan adanya payung bersama ini, saya melihat Yusuf Malaya sudah siap mengelola berbagai sensitivitas tersebut,” katanya.

Herman Deru juga mengapresiasi Yusuf Malaya yang telah menggagas sekaligus bersedia mengemban amanah sebagai Ketua Umum Koalisi Ormas Sumsel berdasarkan kesepakatan organisasi-organisasi yang bergabung.

Ia berharap persiapan deklarasi koalisi yang dijadwalkan pada 9 November mendatang dapat dimaksimalkan sehingga momentum tersebut menjadi awal yang baik bagi penguatan organisasi.

“Persiapan deklarasinya harus dimaksimalkan. Saya melihat potensi perkembangan organisasi ini sangat besar, apalagi sudah ada 14 organisasi yang bergabung dan masih ada organisasi lainnya yang berminat untuk bergabung,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Herman Deru menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumsel menyambut baik setiap niat dan aksi positif yang bertujuan memperkuat persatuan serta menjaga stabilitas daerah.

Ia juga menyarankan agar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumsel, termasuk Kesbangpol kabupaten/kota, turut dilibatkan dan diinformasikan mengenai keberadaan koalisi tersebut. Dengan demikian, kehadiran wadah baru ini dapat diketahui sekaligus membuka ruang koordinasi yang lebih luas.

“Ini bisa menjadi salah satu jembatan bagi kita untuk berkomunikasi dengan organisasi-organisasi masyarakat. Pemerintah tentu menyambut baik inisiatif yang membawa manfaat bagi masyarakat dan daerah,” tandasnya.

Tulisan lainnya :   BPPD Banjir Laporan Karhutla, Terakhir dari Kacamatan Sekayu

Sementara itu, Ketua Umum Koalisi Ormas Sumsel Yusuf Malaya menyampaikan bahwa koalisi tersebut saat ini telah diikuti oleh 14 organisasi kemasyarakatan. Organisasi tersebut di antaranya Ormas PMPB, Ormas Harimau Sumatera Bersatu (Amri), Ormas Cakar Sriwijaya, Ormas GBR Sriwijaya, Ormas Garda Djoss, Ormas Permaskot, Ormas Pekat, Ormas Pemuda Pancasila, Ormas Pemuda Panca Marga, Ormas Petanesia, Ormas Grib Jaya, Laskar Merah Putih, GMSSPK, dan GAPAI RI.

Ia menjelaskan, audiensi tersebut sekaligus bertujuan menyampaikan undangan kepada Gubernur Sumsel agar dapat hadir dalam deklarasi Koalisi Ormas Sumsel pada 9 November mendatang. Dalam kegiatan tersebut, Gubernur diharapkan dapat menyerahkan bendera deklarasi sebagai simbol terbentuknya koalisi.

Yusuf mengatakan, jumlah organisasi yang berminat bergabung masih berpotensi bertambah. Bahkan, diperkirakan terdapat sekitar 15 organisasi lainnya yang telah menyatakan ketertarikan untuk bergabung.

Menurutnya, pembentukan koalisi ini dilandasi semangat kebersamaan dan keinginan untuk berkontribusi dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat, termasuk membantu mencegah tawuran dan konflik antarkelompok.

“Kami ingin menjadi bagian dari solusi. Terkadang persoalan muncul karena kurangnya ruang musyawarah dan komunikasi. Karena itu, kami sepakat membangun koalisi ini dengan tujuan yang baik,” pungkasnya.

Hadir mendampingi Gubernur Sumsel dalam audiensi tersebut, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sumsel Dr. Apriyadi serta Kepala Badan Kesbangpol Sumsel Drs. H. Arinarsa. (gih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *