Ultimatum Jembatan Lalan Tersambung Januari 2027

SUMSELHEADLINE.COM, LALAN – Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru menunjukkan komitmennya untuk mempercepat revitalisasi Jembatan P6 Lalan, Musi Banyuasin yang menjadi urat nadi masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), khususnya di Kecamatan Lalan.

Komitmen tersebut ditunjukkan Herman Deru dengan meninjau langsung progres pembangunan Jembatan P6 Lalan di Kecamatan Lalan, Kabupaten Muba, sekaligus berdiskusi dengan instansi terkait, Asosiasi P6 Lalan (Asosiasi Pengguna Jalur Sungai Lalan), kontraktor, dan masyarakat setempat. Diskusi membahas berbagai kendala yang menyebabkan target revitalisasi pembangunan jembatan yang sebelumnya dijanjikan oleh AP6L dan kontraktor kembali mengalami keterlambatan, Minggu (6/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Gubernur Herman Deru menegaskan agar seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Jembatan P6 Lalan, khususnya asosiasi dan kontraktor pelaksana, bekerja dengan penuh tanggung jawab dan hati nurani dalam memenuhi setiap komitmen pekerjaan yang telah disampaikan kepada pemerintah dan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Herman Deru menyusul masih adanya keterlambatan progres pembangunan Jembatan P6 Lalan yang semula ditargetkan selesai pada akhir 2025.

Menurutnya, pemerintah telah memberikan ruang dan kepercayaan kepada Asosiasi P6 Lalan dan kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai metode dan tahapan yang telah disepakati.

Bahkan, pemerintah daerah telah beberapa kali mengikuti keinginan para pengguna jalur sungai maupun skema yang diajukan oleh kontraktor.

Sebagai pemimpin daerah, dirinya pernah memfasilitasi rapat di kantor Gubernur Sumatera Selatan. Saat itu, disampaikan bahwa pada Agustus 2025 akan dilakukan penyambungan kerangka jembatan. Namun, dalam pelaksanaannya muncul keluhan dari pengguna jalur sungai karena tongkang harus diperkecil.

Terkait hal tersebut, pemerintah daerah telah berupaya mengikuti keinginan pengguna maupun kontraktor. Target penyelesaian kemudian ditetapkan pada Desember. Namun, target tersebut kembali molor hingga lebih dari satu tahun dan sampai saat ini jembatan belum juga tersambung.

“Saya minta Asosiasi P6 selaku pengguna dan kontraktor ini, ayo kita pakai hati untuk menyelesaikan ini. Kalau saya mau menggunakan kewenangan, sebenarnya saya lebih bisa. Tapi ayo selesaikan ini. Ada anak sekolah yang menunggu jembatan ini selesai, ada pedagang dan petani yang terganggu,” tegas Herman Deru.

Tulisan lainnya :   Pelatihan Gelari Pelangi, Wujud Perkuat Ketahanan Keluarga

Dalam pertemuan tersebut, Asosiasi P6 Lalan dan kontraktor kembali menyampaikan target terbaru penyelesaian revitalisasi Jembatan P6 Lalan.

Untuk menghindari risiko tabrakan dengan tongkang, kontraktor akan mengubah metode pemasangan rangka jembatan dari sebelumnya menggunakan steger menjadi metode pilon dengan memanfaatkan tiang menara utama (pilon) untuk menahan bentang jembatan.

Dengan metode tersebut, kebutuhan tiang perancah atau penyangga sementara yang menembus alur pelayaran sungai dapat diminimalkan sehingga risiko benturan dengan kapal juga dapat ditekan.

Dengan perubahan skema dari steger menjadi metode pilon, jembatan ditargetkan dapat tersambung paling lambat pada akhir Januari 2027. Setelah itu, jembatan akan dilakukan pengecoran yang diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu hingga satu setengah bulan. Dengan demikian, jembatan diperkirakan mulai dapat dilintasi kendaraan roda dua paling lambat pada akhir Februari atau awal Maret 2027.

Menanggapi target baru tersebut, Herman Deru menegaskan agar penyelesaian Jembatan P6 Lalan tidak kembali mengalami keterlambatan dan menjadi keluhan masyarakat.

Ia meminta pemerintah setempat, dalam hal ini camat, membuat dan memasang papan jadwal pekerjaan sesuai target yang telah dijanjikan Asosiasi P6 Lalan dan kontraktor.

“Saya minta paling lambat seminggu papan jadwal itu dipasang di dekat jembatan. Agar masyarakat tahu kapan rangka tersambung, kapan mulai dicor, dan kapan selesai sesuai yang dijanjikan hari ini di hadapan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Herman Deru, pemasangan papan jadwal tersebut penting agar masyarakat dapat melihat secara langsung komitmen Asosiasi P6 Lalan dan kontraktor dalam memenuhi janji untuk menyelesaikan revitalisasi pembangunan jembatan yang sangat dibutuhkan warga.

“Dan tentu agar masyarakat tahu bahwa pemerintah sudah hadir dan berkomitmen mendorong penyelesaian revitalisasi ini,” tegasnya.

Tulisan lainnya :   Cegah Api Meluas, Damkar Muba Padamkan Karhutla di Petaling

Sementara itu, Ketua Asosiasi P6 Lalan, Humala, menjelaskan bahwa pihaknya menargetkan revitalisasi Jembatan P6 Lalan dapat rampung disambungkan paling lambat pada akhir Januari 2027.

“Setelah itu kita baru bisa cor. Ini memakan waktu sekitar satu sampai satu setengah bulan, jadi kemungkinan bisa dilintasi akhir Februari atau awal Maret 2027,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Perwakilan Kontraktor, Bagus, mengatakan bahwa perubahan metode pemasangan rangka jembatan dari steger menjadi metode pilon membuat pihaknya membutuhkan waktu kembali untuk melakukan persiapan. Namun, ia menargetkan pada pertengahan Desember rangka jembatan sudah dapat mulai dikerjakan dengan metode pilon.

Sementara itu, Wakil Bupati Muba, Abdur Rohman Husen, mengapresiasi aksi turun langsung yang dilakukan Gubernur Herman Deru. Menurutnya, kedatangan Gubernur Herman Deru untuk melihat progres revitalisasi Jembatan P6 Lalan merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat Muba yang sangat bergantung pada keberadaan jembatan tersebut, baik untuk akses ke sekolah, kebun, maupun mendukung perekonomian dan aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Mudah-mudahan kedatangan Pak Gubernur dapat mempercepat progres revitalisasi pembangunan Jembatan Lalan. Ini bentuk kecintaan beliau kepada masyarakat Muba, khususnya Lalan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Perwakilan Karang Taruna Kecamatan Lalan, Farid, juga mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan Gubernur Herman Deru sejak kecelakaan tongkang terjadi dua tahun lalu.

Meski saat itu sedang tidak menjabat sebagai gubernur, menurut Farid, Herman Deru merupakan salah satu tokoh pertama yang menyambangi korban dan keluarga korban kecelakaan tersebut. Bahkan, agar aktivitas sekolah warga, terutama anak-anak sekolah, tetap tidak terganggu, Herman Deru secara pribadi menyediakan tongkang penyeberangan.

Tampak hadir mendampingi Gubernur Sumatera Selatan, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel Musni Wijaya, M.Si., Kepala Dinas PUBM Provinsi Sumsel Ir. Affandi, Wakil Bupati Muba Abdur Rohman Husen, serta sejumlah unsur Forkopimda Provinsi Sumsel dan Kabupaten Muba. (rya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *