Eceng Gondok, Sampah Menjadi Bahan Pertanian

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Pemanfaatan eceng gondok sebagai bahan kompos menjadi salah satu upaya yang dapat dikembangkan untuk mendukung pertanian pekarangan dan memperkuat ketahanan pangan keluarga di Kota Palembang.

Hal tersebut menjadi fokus dalam kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Eceng Gondok melalui Pengomposan untuk Mendukung Pertanian Pekarangan dan Ketahanan Pangan Kota Palembang yang difasilitasi Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kota Palembang, Senin (26/10/2026).

Dewi Sastrani Ratu Dewa mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai langkah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengelola potensi sumber daya lokal agar memiliki nilai guna bagi lingkungan dan kehidupan sehari-hari.

Ketua TP PKK Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa saat hadir di kegiatan sosialisasi pemanfaatkan eceng gondok. Foto: Kominfo Palembang.
Ketua TP PKK Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa saat hadir di kegiatan sosialisasi pemanfaatkan eceng gondok. Foto: Kominfo Palembang.

Menurutnya, eceng gondok yang banyak ditemukan di wilayah perairan Palembang perlu dikelola secara bijaksana agar keberadaannya tidak menimbulkan persoalan lingkungan. Di sisi lain, tanaman tersebut berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan organik melalui proses pengomposan yang tepat.

Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan dapat memahami prinsip dasar pengomposan serta peluang penerapannya untuk mendukung kegiatan pertanian di lingkungan rumah tangga.

Tulisan lainnya :   Kualitas Udara Palembang Dalam Bahaya

Pemanfaatan bahan organik tersebut juga dapat menjadi alternatif dalam mengembangkan pertanian pekarangan yang produktif, sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

Dewi menilai, pengelolaan sumber daya lokal membutuhkan pengetahuan dan penerapan teknis yang tepat. Karena itu, masyarakat diharapkan mengikuti arahan narasumber yang kompeten agar proses pengomposan dapat dilakukan sesuai ketentuan dan kondisi setempat.

Ia juga mendorong agar kegiatan sosialisasi tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dilanjutkan dengan penerapan di tengah masyarakat. Pertukaran pengalaman, identifikasi kendala, serta pemetaan kelompok masyarakat yang berpotensi mengembangkan pertanian pekarangan menjadi bagian penting dalam upaya tersebut.

Dalam pelaksanaannya, kolaborasi antara TP PKK, kelompok masyarakat, perangkat daerah teknis, dan mitra terkait diperlukan untuk memperluas manfaat program.

TP PKK dan kelompok masyarakat dapat berperan dalam menggerakkan keluarga serta komunitas, sementara perangkat daerah dan pihak terkait dapat memberikan dukungan sesuai tugas dan kewenangannya. Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kota Palembang juga berperan memfasilitasi dan mengoordinasikan peluang kerja sama agar dapat ditindaklanjuti secara terarah.

Tulisan lainnya :   Hadapi Musi Hujan. Bersih-bersih Sungai Sekanak

Pengembangan pertanian pekarangan tidak harus dimulai dengan langkah besar. Upaya sederhana yang dilakukan secara konsisten, disertai pendampingan dan pembagian peran yang jelas, dapat menjadi awal untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pengelolaan bahan organik dan mampu mengembangkan gagasan yang sesuai dengan potensi serta kebutuhan lingkungan masing-masing.

Dengan pengelolaan yang bertanggung jawab dan dukungan berbagai pihak, pemanfaatan eceng gondok diharapkan dapat membuka peluang bagi pengembangan pertanian pekarangan yang berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Palembang. (nda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *