Donor Darah Merupakan Investasi Kesehatan Tubuh

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Donor darah seringkali dipandang sebelah mata, hanya sebagai kegiatan sosial atau rutinitas seremonial belaka. Padahal, di balik tetesan darah yang disumbangkan, terdapat rahasia kebugaran fisik dan investasi kesehatan jangka panjang yang jarang disadari oleh masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ketua PMI Kota Palembang, Hj Dewi Sastrani dalam kegiatan Donor Darah Rutin yang digelar di Kecamatan Seberang Ulu Dua, Palembang, Selasa (3/11/2026)

Dewi Sastrani, menyoroti pentingnya mengubah paradigma masyarakat agar melihat donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat (healthy lifestyle). Sekarang ini, masih kerap dijumpai kekhawatiran bahwa mendonorkan darah dapat membuat tubuh menjadi lemas, pusing, atau menurunkan produktivitas.

Padahal, secara medis, donor darah justru memberikan stimulasi positif bagi organ tubuh bagian dalam. Dewi Sastrani memaparkan sejumlah manfaat kesehatan langsung yang bisa dirasakan oleh pendonor rutin, diantaranya melancarkan sirkulasi darah:

Tulisan lainnya :   Pawai Muslimat NU Palembang, Penggiat Isi Kemerdakaan RI

“Dengan rutin mengeluarkan darah, sirkulasi peredaran darah di dalam tubuh menjadi lebih dinamis dan tidak mudah mengendap,” ujarnya.

Kemudian, menjaga kesehatan jantung. Donor darah membantu menurunkan kekentalan darah, yang secara tidak langsung berdampak baik pada kesehatan jantung dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

Kemudian, menstimulasi sel darah baru. Setelah mendonorkan darah, tubuh secara otomatis akan merespons dengan memproduksi sel-sel darah merah baru yang lebih segar.

Dewi menambahkan, dengan donor darah juga dapat mendteksi dini penyakit (Medical Check-Up Gratis). Sebelum mendonorkan darah, setiap calon pendonor wajib melalui tahapan skrining kesehatan awal (seperti pemeriksaan tekanan darah dan hemoglobin).

“Jadi, donor darah bukan hanya menyelamatkan nyawa orang lain, tapi juga menyehatkan tubuh kita sendiri. Mari kita jadikan donor darah sebagai kebiasaan dan bagian dari kepedulian sosial kita,” ungkap Dewi.

Melalui kegiatan yang dipusatkan di Kecamatan Seberang Ulu Dua ini, kata Dewi, dengan target pengumpulan 50 kantong darah, PMI Kota Palembang berupaya mendorong transformasi budaya.

Tulisan lainnya :   KEK Diharap Menjadi Benteng Budaya

Aksi kemanusiaan tidak boleh hanya digerakkan saat darurat atau sekadar merespons kekurangan stok semata. Lebih dari itu, kesadaran berkontribusi bagi sesama harus tumbuh dari kesadaran individu.

“Darah yang kita donorkan mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa menit dari kehidupan kita, tetapi bagi seseorang yang sedang membutuhkan transfusi, darah tersebut dapat menjadi bagian yang sangat berarti untuk mempertahankan kehidupannya,” imbuhnya.

PMI Kota Palembang sendiri, sambung dia, menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, namun upaya ini tidak bisa berjalan sendiri.

Dibutuhkan sinergi yang kokoh antara pemerintah daerah, dunia usaha, rumah sakit, komunitas lokal, organisasi kemasyarakatan, hingga tingkat rukun tetangga untuk membudayakan aksi donor darah secara berkelanjutan di seluruh penjuru Kota Palembang. (nda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *