SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Upaya percepatan penurunan stunting di Kota Palembang membuahkan hasil positif dengan tren angka yang terus melandai.
Berdasarkan data terbaru, jumlah kasus anak rawan stunting di Kota Palembang turun dari 157 balita pada tahun 2025 menjadi 124 balita pada Agustus 2026.
Capaian positif ini menjadi momentum penting untuk memperketat intervensi gizi, salah satunya melalui kegiatan Distribusi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang digalakkan secara masif di berbagai wilayah.
Hal ini disampaikan Ketua TP PKK Kota Palembang, Hj Dewi Sastrani saat membagikan 340 paket kepada 19 posyandu di Kecamatan Seberang Ulu I,. Selasa (15/9/2026).
Acara yang digelar di Rumah Kapitan, Kampung Kapitan 7 Ulu dihadiri juga oleh ibu ibu dan balita penerima manfaat
Dalam sambutanya Dewi mengatakan, stunting bukan sekadar persoalan tinggi dan berat badan anak, melainkan menyangkut kualitas tumbuh kembang, kesehatan, kecerdasan, dan masa depan generasi bangsa. Karena itu, pencegahan wajib dilakukan sedini mungkin, bahkan sejak masa kehamilan dalam periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto serta program unggulan TP PKK yaitu Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap, dan Tangguh Bencana (GKSTTB).
Dewi menambahkan, keberhasilan program ini bergantung pada sinergi aktif antara kader TP PKK, kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan para ibu dalam mendata, mendampingi, serta mengawasi tumbuh kembang anak secara berkala.
Selain itu,sambung Dewi, distribusi PMT ini bukan sekadar pemberian bantuan makanan, tetapi merupakan bagian dari strategi terpadu dalam meningkatkan status gizi balita, memperkuat edukasi kesehatan, serta memastikan tumbuh kembang balita yang optimal.
Dewi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan pencegahan stunting sebagai gerakan bersama yang dimulai dari lingkup keluarga terkecil.
Dengan memastikan anak mendapatkan asupan makanan yang beragam, kaya protein, rutin mendatangi Posyandu, serta sigap berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, target besar mewujudkan sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045 dapat tercapai secara berkelanjutan. (nda)














