SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG – Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa mendorong penguatan perhatian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak melalui Penilaian Balita Sehat tingkat Kota Palembang Tahun 2026.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Palembang bersama TP PKK dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan anak sejak usia dini.
Derajat kesehatan menjadi salah satu indikator utama dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM), selain pendidikan dan standar hidup layak, yang berperan penting dalam membentuk sumber daya manusia yang sehat, tangguh dan produktif.
Dalam kegiatan tersebut, Dewi Sastrani menekankan pentingnya perhatian orangtua terhadap masa pertumbuhan anak, khususnya pada usia 0 hingga 5 tahun yang merupakan masa Golden Age.
Pada periode tersebut, pertumbuhan dan perkembangan otak anak berlangsung sangat pesat, sehingga perlu mendapatkan perhatian dan pemantauan secara optimal.
Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita secara rutin melalui posyandu menjadi salah satu langkah penting untuk mendeteksi secara dini berbagai gangguan kesehatan maupun tumbuh kembang anak.
Upaya optimalisasi tumbuh kembang juga perlu dilakukan sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi seimbang, pemeriksaan kesehatan, pemberian imunisasi serta menghindari berbagai faktor yang dapat mengganggu kehamilan dan pertumbuhan janin.
Pemenuhan kebutuhan nutrisi bayi juga menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Penerapan standar emas makanan bayi mencakup Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dalam satu jam setelah kelahiran, pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) mulai usia enam bulan dan melanjutkan pemberian ASI hingga anak berusia dua tahun.
Upaya pencegahan stunting juga perlu dilakukan secara berkelanjutan sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Berdasarkan data elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), jumlah balita stunting di Kota Palembang tercatat sebesar 0,3 persen pada 2024 dan mengalami penurunan menjadi 0,1 persen pada 2025.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, dr. Hj. Fenty Aprina, M.Kes., Sp.KKLP, menyampaikan bahwa Penilaian Balita Sehat Tingkat Kota Palembang Tahun 2026 merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap tahun secara berjenjang.
Peserta yang mengikuti penilaian tingkat kota merupakan perwakilan dari masing-masing kecamatan yang sebelumnya telah mengikuti penilaian di tingkat kelurahan dan kecamatan. Peserta terbaik tingkat kota selanjutnya akan mewakili Kota Palembang untuk mengikuti penilaian tingkat Provinsi Sumatera Selatan dalam dua kelompok usia.
Penilaian tingkat kota tahun ini diikuti sebanyak 36 balita yang berasal dari 18 kecamatan. Peserta terbagi dalam dua kelompok usia, yakni kelompok usia 6–24 bulan sebanyak 18 peserta dan kelompok usia 2–5 tahun sebanyak 18 peserta.
Proses penilaian dilakukan secara menyeluruh dengan memperhatikan status gizi anak yang disesuaikan dengan usia, perkembangan mental dan psikologis, kesehatan gigi dan mulut, fungsi pendengaran dan penglihatan serta perkembangan fisik sesuai dengan tahapan usia.
Dalam proses penilaian, Pemerintah Kota Palembang melibatkan tenaga profesional dari berbagai bidang, termasuk psikolog dan dokter gigi. Keterlibatan tenaga ahli tersebut dilakukan untuk memastikan proses penilaian dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak.
Penilaian Balita Sehat tidak semata-mata berorientasi pada pencarian juara, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membina kesehatan dan kesejahteraan balita sejak dini. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong para orang tua untuk terus memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala serta memastikan setiap balita di Kota Palembang mendapatkan hak untuk tumbuh sehat dan optimal.
Adapun hasil Penilaian Balita Sehat Tingkat Kota Palembang Tahun 2026 untuk kategori usia 6–24 bulan, Juara I diraih Ruka Almeera Ziyana dari Kecamatan Seberang Ulu I, Juara II Zoya Keinarrra Zayanti dari Kecamatan Sukarami, dan Juara III Muhammad Karim Alzafi dari Kecamatan Ilir Timur I. Harapan I diraih M Saddam Al Fatih dari Kecamatan Plaju, Harapan II Muhammad Ali Harzan Rasyid dari Kecamatan Ilir Timur III, dan Harapan III Zubair Elzein dari Kecamatan Ilir Barat I.
Sementara untuk kategori usia 2–5 tahun, Juara I diraih Nadira Zarfalina Askara dari Kecamatan Ilir Timur I, Juara II Lubna Bilois Sadiya dari Kecamatan Plaju, dan Juara III Meccayla Zhasy dari Kecamatan Kemuning. Harapan I diraih Sopia Eleanora dari Kecamatan Alang-Alang Lebar, Harapan II Rana Nabila dari Kecamatan Kalidoni, dan Harapan III M Zayn Haris Tamami dari Kecamatan Sako.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Palembang, Ida Royani Aprizal Hasyim, para camat se-Kota Palembang, Ketua TP PKK dan pengurus kecamatan se-Kota Palembang, para kepala puskesmas se-Kota Palembang serta para orang tua peserta Penilaian Balita Sehat.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Palembang bersama TP PKK terus memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak. Peran keluarga, kader posyandu, tenaga kesehatan dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan setiap anak memperoleh pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang secara optimal, sehingga dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas dan tangguh. (nda)








