Demo di Pemprov, Mahasiswa Tenggat Lima Hari pada Gubernur Sumsel

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Ratusan mahasiswa dari Dema UIN Raden Fatah dan BEM Unsri, Senin (5/10/2026) menggelar aksi di halaman kantor Gubernur Sumsel.

Mereka menuntut penanggulangan karhutla dipercepat dan lebih maksimal, mengingat dampaknya sangat buruk bagi warga Palembang dan sekitarnya.

Dari pagi massa mengelar aksi, sebelum akhirnya diterima langsung gubernur dan jajaran. Pada kesempatan itu mahasiswa menyodorkan surat kepada gubernur untuk ditandatangani, yang isinya memberikan tenggat 5 x 24 jam kepada gubernur untuk mengatasi kabut asap dan karhutla di Sumsel.

Tulisan lainnya :   Stok Beras Aman, Jangan Ada Panic Buying

“Apabila Bapak gubernur tidak serius menangani bencana kabut asap, maka kami mendesak untuk mengevaluasi kepemimpinannya,” kata salah satu perwakilan mahasiswa saat berorasi.

Gubernur Sumsel Herman Deru pun menerima langsung aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang. Dia mendengarkan aspirasi mahasiswa terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kritik dan ketidakpuasan mahasiswa terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Sumsel dalam menangani Karhutla.

Menanggapi aspirasi mahasiswa, Herman Deru menegaskan bahwa Pemprov Sumsel tidak tinggal diam dalam menghadapi Karhutla.

Tulisan lainnya :   Ratu Dewa Minta Tuntaskan Persoalan Parkir Hingga Lampu Jalan

Berbagai langkah telah dilakukan, mulai dari operasi pemadaman melalui udara dengan water bombing, pemadaman dari darat, pembentukan Satgas Karhutla, hingga penguatan integrasi informasi melalui aplikasi daring.

Dia memastikan upaya pencegahan dan penanganan Karhutla terus diperkuat dengan melibatkan seluruh unsur terkait demi menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat Sumatera Selatan. (gih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *