Terjadi Penurunan Titik Api di Sumsel, Warga Diminta Melapor

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Atas instruksi Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru bersama Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang, Pemprov Sumsel terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mengendalikan dampak kabut asap.

Berdasarkan data Pusdalops BPBD Sumsel, pada 18 Oktober 2026 tercatat 56 kejadian karhutla di delapan kabupaten/kota, dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir sebagai wilayah terbanyak, yakni 25 kejadian.

Estimasi luas lahan terbakar mencapai 355,92 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 261,67 hektare atau 73,5 persen telah ditangani, sementara 94,25 hektare masih memerlukan penanganan lanjutan.

Tulisan lainnya :   Pelatihan Gelari Pelangi, Wujud Perkuat Ketahanan Keluarga

Data Sipongi Kementerian Kehutanan hingga 19 Oktober 2026 pukul 05.00 WIB mencatat 1.111 titik hotspot, menurun dibandingkan 1.560 titik pada hari sebelumnya. Meski demikian, pemantauan dan pemadaman terus ditingkatkan.

Upaya penanganan dilakukan melalui pemadaman darat, patroli, water bombing, serta operasi modifikasi cuaca menggunakan dry ice dan natrium klorida (NaCl) untuk mendukung pembentukan hujan sesuai kondisi atmosfer.

Pemprov Sumsel terus memperkuat koordinasi dan mengerahkan personel guna mempercepat pemadaman, terutama di wilayah yang masih memiliki titik api.

Tulisan lainnya :   Dibangun Ruang Publik dan Panggung Kreatif

Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar. Jika menemukan titik api atau kepulan asap, segera laporkan kepada aparat setempat atau Pusdalops BPBD Sumsel.

Mari bersama mencegah karhutla, mengurangi dampak kabut asap, melindungi kesehatan masyarakat, dan menjaga Sumatera Selatan tetap aman. (gih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *