Mitigasi Karhutla, Perlu Optimalisasi Lahan Belum Dimanfaafkan

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG – Provinsi Sumsel memastikan dukungannya terhadap langkah PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional VII dalam mengoordinasikan lahan ekstensifikasi perkebunan kelapa sawit di wilayah Sumatera Selatan. Kegiatan ini untuk ketahanan energi nasional.

Demikian ditegaskan Gubernur Herman Deru saat menerima pimpinan PTPN IV Regional VII dalam audiensi di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Rabu (9/9/2026) siang.

Gubernur mengatakan Sumsel meminta agar berbagai persoalan yang muncul di lapangan juga diselesaikan secara menyeluruh. “Pada prinsipnya, apa pun kebijakan pemerintah, kami di daerah support dan dukung. Tetapi persoalan di bawah juga harus diselesaikan,” ujar Gubernur.

Gubernur Herman Deru saat menerima pimpinan PTPN IV Regional VII dalam audiensi di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Rabu (9/9/2026) siang. Foto: Humas Pemprov Sumsel.
Gubernur Herman Deru saat menerima pimpinan PTPN IV Regional VII dalam audiensi di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Rabu (9/9/2026) siang. Foto: Humas Pemprov Sumsel.

Menurutnya, salah satu langkah yang perlu mendapat perhatian adalah optimalisasi lahan negara yang saat ini masih kosong atau belum termanfaatkan. Langkah tersebut dapat menjadi bagian dari strategi mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

“Saya ada saran mengenai lahan rawan terbakar. Karhutla ini banyak terjadi di lahan kosong yang statusnya milik negara. Kenapa tidak kita utamakan lahan-lahan tersebut untuk dioptimalisasi,” katanya.

Ia mencontohkan kawasan hutan produksi (HP) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang memiliki luasan sangat besar. Potensi tersebut, menurutnya, perlu dipetakan dan dikaji lebih lanjut agar dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Tulisan lainnya :   Hadiri PBAK UIN Raden Fatah, Ini Pesan Khusus Ratu Dewa

“Di OKI ada sekitar 600 ribu hektare kawasan HP. Ada yang mudah dan potensial untuk dimanfaatkan?” ujarnya.

Karena itu, Gubernur Herman Deru meminta agar koordinasi tidak hanya dilakukan dengan Kementerian Pertanian, tetapi juga melibatkan Kementerian Kehutanan. Hal tersebut dinilai penting agar aspek status dan pengelolaan kawasan dapat dibahas secara komprehensif.

Sedikitnya terdapat dua manfaat yang dapat diperoleh apabila lahan negara yang terbengkalai dapat diberdayakan secara tepat. Pertama, mengurangi potensi terjadinya karhutla. Berdasarkan pengalaman dan hasil mitigasi di lapangan, sebagian titik rawan kebakaran berada di kawasan yang belum termanfaatkan dan tidak dikelola dengan baik.

“Kita bisa mendapatkan dua hal. Pertama, mengurangi karhutla karena dari mitigasi kita, karhutla banyak terjadi di lahan milik negara yang terbengkalai. Kedua, persoalan sosial juga akan lebih rendah,” jelasnya.

Selain aspek lingkungan, Herman Deru juga menyoroti pentingnya mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap kebijakan pemanfaatan lahan. Menurutnya, pemerintah perlu terlebih dahulu memastikan status kepemilikan dan penguasaan lahan sebelum menentukan langkah lebih lanjut.

“Yang paling penting, petakan dulu tanah siapa, statusnya apa, dan berapa orang yang menguasai. Itu harus jelas,” katanya.

Tulisan lainnya :   Pasar Tradisional Vital Bagi Ekonomi Masyarakat

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan pada prinsipnya akan mendukung kebijakan pemerintah pusat sepanjang terdapat keseriusan dalam pelaksanaannya dan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat.

“Kita dukung, yang penting ada keseriusan. Kita dukung dan upayakan secara humanis,” tegasnya.

Gubernur Herman Deru menambahkan, pemerintah daerah merupakan bagian dari pemerintah yang akan terus mendukung kebijakan pemerintah pusat selama kebijakan tersebut ditujukan untuk kepentingan negara dan masyarakat.

“Kami sifatnya, sebagai pemerintah daerah dan wakil pemerintah pusat di daerah, pasti mendukung dan mendorong untuk kepentingan negara,” pungkasnya.

Sementara itu, PTPN IV Regional VII terus menindaklanjuti penugasan pemerintah terkait pengembangan dan ekstensifikasi lahan kelapa sawit, termasuk di wilayah Sumatera Selatan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung program pemerintah sekaligus memperluas manfaat pengembangan sawit bagi masyarakat melalui skema inti dan plasma.

Advisor Strategic PTPN IV Regional VII, Irwan Perangin Angin, menyampaikan hal tersebut saat melakukan audiensi dengan Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru.

Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah dalam proses penelusuran dan penyediaan lahan. “Terima kasih telah menerima kami di tengah waktu yang padat. Kami juga membawa salam dari Direktur di Jakarta,” ujar Irwan. (gih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *