Ajakan Pemkab Muba untuk cegah DBD
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra bersama Inspektur Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Laksmi Wijayanti, serta Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati menanam 400 bibit pohon dalam rangka memperingati Hari Bakti Rimbawan. Kegiatan ini dilaksanakan di Punti Kayu Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (7/2/2024). Foto: Humas Pemprov Sumsel.
Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra bersama Inspektur Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Laksmi Wijayanti, serta Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati menanam 400 bibit pohon dalam rangka memperingati Hari Bakti Rimbawan. Kegiatan ini dilaksanakan di Punti Kayu Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (7/2/2024). Foto: Humas Pemprov Sumsel.

Dibutuhkan Mitigasi Perubahan Iklim Demi Pemulihan Lingkungan Hidup

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra bersama Inspektur Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Laksmi Wijayanti, serta Ketua DPRD Sumsel RA Anita Noeringhati menanam 400 bibit pohon dalam rangka memperingati Hari Bakti Rimbawan. Kegiatan ini dilaksanakan di Punti Kayu Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (7/2/2024).

Terdapat berbagai jenis pohon yang ditanam, di antaranya pohon pulai, bayur, ketapang, kencana, serta pohon buah alpukat dan duku. Dalam sambutannya, Edward mengatakan Provinsi Sumsel memiliki hutan yang sangat luas, oleh karena itu perlu dijaga bersama-sama. Kemudian, dibutuhkan juga mitigasi perubahan iklim sebagai langkah pemulihan lingkungan hidup, termasuk juga bagian dari rehabilitasi hutan.

“Hari ini para rimbawan berulang tahun, sekali lagi kita ucapkan selamat dan sangat bangga dengan apa yang telah dilakukan, bagaimana pengabdian terhadap lingkungan, pengabdian terhadap keberadaan atau eksistensi hutan, untuk kepentingan makhluk hidup dan untuk kepentingan kita bersama,” katanya.

Penanaman pohon juga merupakan upaya penanganan dini berupa aksi mitigasi perubahan iklim yang berfungsi sebagai pelindung dan peneduh. Kemudian, sebagai upaya upaya mengurangi peningkatan konsentrasi Gas Rumah Kaca (GRK), sekaligus mencegah terjadinya banjir dan menciptakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang nyaman dan segar bagi masyarakat.

Tulisan lainnya :   Tanggungjawab Lingkungan, KAI Tanam Satu Juta Pohon

“Untuk itu, mari kita tanamkan harapan masa depan hijau yang berkelanjutan melalui partisipasi aktif seluruh pihak dan masyarakat dalam peningkatan aksi konkret ini agar terwujud dunia yang lebih baik dan berkelanjutan,” ucap Edward.

Dalam kesempatan yang sama, Inspektur Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI Laksmi Wijayanti mengatakan kegiatan penanaman pohon ini merupakan rangkaian yang keempat, dimana kegiatan penanaman serentak se-Indonesia pertama dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Jakarta. Kemudian yang kedua dipimpin oleh Wakil Presiden RI di Banten, dan yang ketiga dipimpin Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Cianjur, Jawa Barat.

“Lalu di bulan Maret ini selain awal musim penghujan, sekaligus sebagai salah satu rangkaian dari peringatan Hari Bakti Rimbawan tahun 2024 yang ke-41 yang diperingati setiap tanggal 16 Maret,” kata Laksmi.

Tulisan lainnya :   Roniah Hanya Bisa Merarapi Rumahnya yang Ludes Terbakar

Penanaman pohon secara serentak ini juga lanjut dia, sebagai mitigasi iklim, pemulihan kualitas lingkungan hidup dan percepatan rehabilitasi hutan dan lahan serta upaya untuk memperbaiki kualitas lingkungan dengan memperbanyak tegakkan pohon atau tanaman.

“Juga untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman masyarakat umum atas pelaksanaan program pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan, khususnya kegiatan penanaman pohon,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, pohon memiliki manfaat multiguna bagi manusia dan seluruh makhluk hidup, bukan hanya sebagai penyedia oksigen, tapi juga menjadi tempat penyimpanan karbon yang tidak dimiliki oleh makhluk hidup lainnya di bumi.

“Keberadaan pohon untuk kelangsungan hidup manusia dan alam semesta berperan penting dalam mengurangi emisi rumah kaca. Pohon dan tutupan lahan yang baik akan meningkatkan daya dukung alam dalam mitigasi perubahan iklim, ketahanan pangan energi, dan kesejahteraan seluruh makhluk hidup,” ucapnya. (gih)

Editor: Ferly

Check Also

Maestro tari Sumsel, Bunda Elly Rudy (baju biro) semasa hidup. FotoL Dok keluarga almarhumah elly.

Bunda Elly Rudy di Mata Rekan dan Penggiat Seni

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Dunia seni diselimuti duka mendalam dengan berpulangnya sang Maestro Tari Sumsel Bunda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *