Ajakan Pemkab Muba untuk cegah DBD
Para calon jemaah haji saat berada di Asrama Haji Palembang yang siap diberangkatkan ke tanah suci, Senin (19/6/2023). Foto : Sumselheadline/pitria.
Para calon jemaah haji saat berada di Asrama Haji Palembang yang siap diberangkatkan ke tanah suci, Senin (19/6/2023). Foto : Sumselheadline/pitria.

Persiapkan Diri, Haji Ibadah yang Menguras Energi

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Hingga Senin  19 Juni 2023, sudah 20 kloter haji asal Embarkasi Palembang yang diberangkatkan ke tanah suci Mekkah.

Hingga saat ini total 7.177 jemaah yang sudah diberangkatkan, dengan rincian Sumsel 6.013 jemaah, Babel 1.065 jemaah, dan 99 petugas kloter. Masih ada sekitar 3 kloter lagi yang akan berangkat berikutnya.

PHU Kanwil Kemenag Sumsel H Sanusi mengatakan, ada beberapa rangkaian puncak haji yang akan banyak menguras energi jemaah.

“Saat Wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah dan Mina, melempar jumroh, tawaf Ifadah,” katanya  Senin (19/6/2023).

Karenanya, jelang puncak haji, para jemaah lansia, risti dan penyandang disabilitas perlu mengantisipasi dengan tidak memaksakan diri melaksanakan ibadah-ibadah sunnah yang menguras tenaga, seperti umrah sunnah berkali-kali.

Armet mengatakan, ada beberapa rukhsah atau keringanan ibadah yang perlu diterapkan jemaah untuk mencegah mudarat dan memberi kemudahan bagi jemaah.

Tulisan lainnya :   Masakan Ditinggal Pergi, Api Menyambar Plafon

Misalnya ketika jemaah haji sakit dan tidak mampu mengerjakan tawaf dengan berjalan sendiri, maka bisa dibantu dengan ditandu atau digendong.

Jika tidak dapat berjalan atau ada masalah lain saat melakukan sa’i boleh menggunakan kursi roda atau alat lainnya.

“Jika jemaah tidak bisa melempar jumroh dengan berbagai alasan, boleh diwakilkan orang lain yang sudah melaksanakannya,” kaya Armet.

Keringanan lain, lanjutnya, jemaah yang ingin cepat-cepat kembali ke Makkah saat di Mina (sebelum tanggal 13 Dzulhijjah) boleh pergi lebih awal, yaitu pada tanggal 12 Dzulhijjah (nafar awwal).

Untuk Jemaah yang berhalangan wukuf karena sakit dapat melaksanakannya di dalam mobil atau ambulans. ”

Jemaah haji tamattu’ atau haji qiran yang tidak sanggup membayar dam boleh menggantinya dengan berpuasa selama 10 hari (3 hari ketika sedang berhaji dan 7 hari di Tanah Air),” tambahnya.

Tulisan lainnya :   Tunjukkan Kepala Botak, Nunung Kini Lakukan Kemoterapi

Dia menambahkan, keringanan lainnya, jika tidak bisa melaksanakan mabit atau bermalam di Muzdalifah, boleh hanya sepintas di sana asalkan pada waktu malam hari atau hanya berada di mobil saja.

Lalu, shalat boleh dijamak dan diqashar selama melaksanakan ibadah haji atau umrah. Semua rukhsah atau keringanan tersebut menunjukkan bahwa aturan-aturan yang ada dalam Islam bukan untuk menyulitkan umatnya.

Kabag Agama Pemprov Sumsel H. Sunarto meminta jemaah dapat menjaga stamina jelang puncak haji, dengan cuaca panas di tanah suci.

“Manfaatkan sebaik-baiknya untuk ibadah, jaga pola makan, banyak minum, kalau bapak/ibu ada masalah silahkan hubungi petugas kloter yang mendampingi,” katanya. (Nda)

Editor : Edi

Check Also

Sekda Palembang, Ratu Dewa bersama para seniman Palembang. Foto: Sumselheadline/Pitria.

Demi Seni Palembang, Gedung Kesenian Diperbaiki

SUMSELHEADLINE.COM, PALEMBANG — Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pelembang, Ratu Dewa menjanjikan akan menganggarkan Rp 1 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *